Deep Talks #1 Tahu betul apa yang diperlukan

 

Sadar betul kali ini, semua orang punya kapasitas dari diri mereka masing - masing, termasuk perjalanan hidup yang dipilih maupun yang diimpikan oleh masing - masing orang. Mungkin awalnya hanya sebatas mencari, sampai akhirnya ia menemukan kehidupan apa yang diinginkan dan termasuk lingkungan seperti apa yang diinginkan.


Setiap perjalanan dan setiap pertemuan ternyata punya alasan tersendiri, yang mana alasan - alasan itu gak bisa kita tahu sekarang secara langsung tapi suatu saat nanti, dimana kita akan terlampau sadar bahwa ternyata ini alasannya kenapa kita dipertemukan dengan seseorang, kita menginjakkan kaki disuatu tempat dan mungkin masih ada alasan lain kenapa kita masih dihidupkan sampai sekarang, sepertinya hal itu bukan tanpa sengaja, namun semua itu sudah terencana.

Setelah masa pencarian yang cukup lama, ternyata sadar bahwa kenapa perjalanannya harus seperti ini yaitu Allah tahu betul apa yang dibutuhkan oleh hambanya. Ia bukan hanya menyediakan dan menjamin rezeki bagi setiap makhluknya, namun ia juga menjamin perjalanan dan kehidupan seperti apa yang kita mau.

sebagai seorang muslim berpikir secara revolusioner ternyata perlu, mendayakan otaknya untuk memikirkan hal yang amat jauh selama itu tidak melampaui batas juga merupakan hal yang perlu, kenapa? ternyata Allah memberikan akal kepada kita supaya kita bisa jauh lebih merenungi akan kuasa - kuasanya yang selama ini gak pernah kita sadari.

Untuk lebih singkatnya adalah kadang kita sulit untuk memahami suatu maksud dari kejadian yang kita alami, coba direnungi dan dipikirkan lebih mendalam lagi ternyata semua yang kita jalani itu punya hikmah dari segi dan sudut pandang yang bisa kita lihat bukan hanya dari satu sisi namun dari segala sisi. 



Kolom Cerita : Apa itu Dewasa?



Dari sekian banyak judul dan cerita entah kenapa lebih tertarik membahas masalah kedewasaan diri, katanya jadi dewasa itu gak enak, katanya menjadi dewasa itu harus terlihat baik - baik aja padahal sebenernya engga, katanya menjadi dewasa itu takut.

setelah dijalani ada beberapa hal yang memang betul, ada juga beberapa hal yang kayaknya gak gitu deh..
kalo bicara masalah dewasa biasanya berhubungan banget dengan umur, tapi sebetulnya umur bukan penentu seberapa dewasanya sifat kalian ternyata, setelah dilihat ternyata sifat kedewasaan seseorang itu bisa muncul karena seseorang yang punya kehidupan yang gak baik - baik aja dari awal, bukan hidup yang apa - apa santuy, apa - apa serba ada dan serba terfasilitasi.

ternyata yang gua lihat selama ini adalah ketika lu punya kehidupan yang susah sejak awal, secara gak langsung itu akan ngebentuk pribadi lu menjadi pribadi yang apa - apa harus usaha sendiri, apa - apa coba pikirin sendiri gimana solusinya, dari situ mental lu terbentuk, cara berpikir lu terbentuk dan lu bakal ada dititik dimana, kalo lu berbuat aneh - aneh bukan cuman lu doang yang bakal repot tapi orang tua lu juga.

pada akhirnya kita akan berupaya untuk maksimalin diri kita dengan kemampuan yang kita bisa.

menjadi dewasa juga bakal memperkenalkan ke diri kita bahwa ini loh yang namanya hidup, ini loh yang namanya masalah, ini loh yang namanya beban. hari demi hari punggung semakin berat, tuntutan juga semakin banyak, dan kalo dipikir lebih mendalam lagi, lu ga bisa ngelakuin itu semua sendiri, lu pasti butuh yang namanya bantuan orang lain. entah dari segi materi maupun non materi.

materi yang dimaksud adalah action yang dilakukan untuk membantu lu sedangkan non materi yang dimaksud adalah cerita yang lu bisa salurin ke orang lain buat sharing dan berbagi keluh kesah lu, biasanya disebut deeptalk kalo sekarang.

penting banget seseorang yang punya beban dan tantangan didalam hidupnya buat ngeluarin keluh kesahnya buat ditumpahin ke orang lain, karena secara gak langsung itu bakal ngebuat lu jauh lebih lega dan lu bakal ngerasa ternyata lu menghadapi ini gak sendirian, tapi ada orang - orang yang bisa dukung dan support lu. ini bener - bener ada kaitannya sama circle pertemanan lu itu sendiri, gak tau setiap orang punya kenyamanan dari diri masing - masing untuk memilih mau berteman yang seperti apa dan dengan siapa, tapi yang perlu diingat adalah ketika lu berteman, teman adalah orang yang sangat berpengaruh di kehidupan kita nantinya, ibarat yang sering banget orang bilang adalah ketika lu berteman sama tukang parfum ya lu bakal ikut kecipratan wangi, tapi kalo lu berteman sama tukang pengrajin besi, sewaktu - waktu lu bakal kecipratan panas si besinya, sekarang yang bisa ditentuin adalah terserah kalian mau pilih yang mana, karena seharusnya teman yang baik bukan lah teman yang menjurumuskan temannya ke hal yang gak baik.

Kolom Cerita : Masa yang tidak lagi berpihak pada yang kecil

 Akhir - akhir ini mengalami beberapa keresahan yang sudah mulai jelas terlihat didepan mata, zaman yang sudah mulai berubah, kita pun dituntut untuk bisa menggapai perubahan itu, akhirnya sekarang sadar, ada banyak manusia - manusia hebat diluar sana yang mampu untuk menciptakan perubahan ataupun menggapai perubahan itu, tapi tidak banyak manusia - manusia hebat yang menggapainya dengan cara memanusiakan manusia.


seakan semua perubahan itu tepat, itu benar, lebih efisien, lebih cepat, tapi sudahkan melihat nasib kami, manusia kecil yang bergantung pada 1 keadaan, tidak mengharap lebih, hanya berupaya untuk bertahan. 


tapi ternyata dunia ini sudah berubah, sekali tergeser tetap harus tersingkir, seolah masa sudah tidak bisa lagi berpihak pada yang lemah, pada yang kecil.


adanya banyak kemudahan yang diciptakan, ada banyak kemudahan yang bisa didapat dan ada banyak pula manusia - manusia yang harus tersingkir oleh keadaan, apa sebetulnya yang mampu kami lakukan? bekerja keras sudah, mengerahkan tenaga sudah, mengerahkan pikiran dan waktu pun sudah, tapi ternyata itu semua tidak cukup, dan sepertinya tidak pernah cukup.


Ketika pintu - pintu mulai tertutup, saat itulah sangat amat disadari, kami hanya lah pemeran yang diperbantukan, kami bukan satu - satunya yang menjadi bahan pertimbangan lagi.


ketika sebuah kesempatan datang pun, sangat amat disyukuri, tapi bagaimana dengan yang lain, dengan mereka yang tidak memiliki kesempatan yang sama, hanya seperti menunggu kawanan waktu yang siap tidak siap harus keluar juga.


ingin didengar, tapi malah berbalik, malah menyalahkan keadaan kami


mungkinkah harus berada dalam posisi kami lebih dulu, baru kamu mengerti, haruskah merasakan pedihnya hidup dulu, baru kamu mengerti.


tidak semua bagian dari kami terlahir dengan kemudahan, tidak semua dari kami terlahir dengan keadaan yang baik, kami tidak minta apapun, hanya perlu didengar, dimengerti, sudah , itu sudah sangat cukup.


akhir dari kalimat akhirnya yang terdengar adalah "mau siapa lagi yang diandalkan, kalo bukan diri sendiri." seolah sebagian dari kami sangat begitu kuat menghadapi ini, kami juga manusia, kami juga ingin berkeluh kesah, kami juga ingin meluapkan kesedihan, ternyata bersandar yang paling menyakitkan adalah bersandar dengan diri sendiri.


Review : Seni Tinggal Di Bumi - Farah Qonita (Part 1)

Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah mood nulis nya sekarang lagi balik lagi, sebetulnya bukan cuman mengumpulkan niat sekaligus mood tapi juga karena kesibukan beberapa hari belakangan ini, semoga dapat dimaklumi dan semoga senantiasa bisa menyimak dan mendapat manfaat yang baik dari tulisan ini.


Perihal pandemik yang masih terus berlanjut, perihal PPKM yang terus diperpanjang disetiap minggu, semua ini tentang perihal, perihal bagaimana kita menyikapinya, perihal dari sudut mana kita bisa mengambil hikmahnya, perihal mau dan bersyukur dengan keadaan yang kita punya. Masya allah, kita semua sedang berada di fase sama – sama sulit, di fase sama – sama diuji, semoga dari setiap fase sulit dan fase ujian yang kita lewati bisa memberikan hikmah bagi kita semua sekaligus lebih bisa memperbaiki dan merenungi apa yang seharusnya kita rubah ke arah yang lebih baik lagi.


Jadi gimana? Udah tau harus bersikap gimana dan harus apa?? Segala sesuatu yang kita jalani di bumi ini, ditempat yang dimiliki oleh Allah SWT sang rahmat pemilik alam semesta ternyata memberikan kita pembelajaran yang berharga, sebuah seni yang diajarkan kepada kita bagaimana cara kita hidup dan tinggal di Bumi yang ia miliki.

 

Dalam hal ini author akan mengulas sebuah buku yang insya allah bisa bermanfaat buat kita semua yaitu “Seni Tinggal di Bumi”. Sebuah karya yang memberikan kita begitu banyak pembelajaran lewat cerita-cerita para manusia – manusia langit yang spesial di mata Allah SWT.

Yuk kita langsung simak aja reviewnya : )

 

SENI TINGGAL DI BUMI 


Oleh Farah Qonita
Penerbit Kanan Publishing
Desain Sampul Rizka Berlianita

Editor Lara Laurena
186 hlm: 14,8 x 21 cm

 

Blurb


Karena kita hidup di sepetak kerajaan-Nya, ketahui seni tinggal disana.


Mulai dari, Seni Melangkah di Bumi, tentang bagaimana kita menorehkan setiap guratan warna – warni kuas dalam kanvas kehidupan. Tentang Hati yang Ingin Dicintai, perihal bagaimana seharusnya kita memperlakukan hati sang pengemudi diri. Tentang perempuan, ketahui bagaimana spesialnya perempuan di mata-Nya. Manusia langit, kenali dan pelajari lebih jauh manusia – manusia yang telah sukses mendapat medali kemenangan nan agung. Dunia di Sekitarmu, ketahui bagaimana romantisme perjuangan pembebasan Palestina, dan perihal dunia Islam pada umumnya. Terakhir, Menapaki Keabadian, tentang bagaimana kita seharusnya bersikap pada kehidupan setelah kematian.


Selamat menorehkan karya seni paling indah di dunia untuk negeri akhiratmu.

 

Review

Seni Tinggal di Bumi – belajar menggoreskan kuas kehidupan dari para manusia langit yang berhasil mewarnai bumi.


Terserah kamu mau membaca dari halaman berapapun, dari sudut manapun, karena didalam buku ini tidak menceritakan sebuah kejadian yang berurutan, buku ini terdiri dari 67 judul, dimana dalam judul tersebut sudah dikelompokkan kedalam 6 tema besar yaitu Seni Melangkah di Bumi, Tentang hati yang ingin dicintai, Tentang Perempuan, Tentang Para Manusia Langit, Tentang Dunia di Sekitarmu dan Menapaki keabadian.


Pertama, Seni melangkah dibumi, hal yang harus kita tahu bahwa dalam melangkah, menemukan jalan itu ada aturannya, ada petunjuknya, dalam hal inilah Allah memberikan kita bekal melalui Al-Qur’an dan juga hadist yang mana sebagai petunjuk bagi kita bahwasannya seni seperti apa yang seharusnya kita jalani dalam menapaki dan melangkah di bumi ini, supaya kita senantiasa tau arah mana yang terbaik bagi kita dan bagi Allah. Salah satunya yang bisa author ambil dari tema ini adalah penulis sempat menceritakan bagaimana keadaan yang menurut manusia tidak logis, tapi dengan kuasa Allah semua itu bisa terbantahkan dan sebagaimana yang kita sadari bahwa akal kita tidak mampu menggapai logika yang Allah miliki, penulis menceritakan dan memberikan bayangan bahwa logiskah ketika itu terjadi sebuah Perang Badar, dimana 300 kaum muslimin harus melawan 1000 pasukan? Tapi ternyata dengan kuasa Allah semua itu mungkin, aneh tapi nyata, karena mau dipikirkan sampai kapanpun hal ini tidaklah logis. Kenapa hal ini bisa demikian? Yaitu karena kekuatan doa dan juga harapan, oleh karena itu seni  nya terletak pada bahwa di dunia ini kita tidak sendiri, selalu ada pertolongan Allah yang memberikan kita jalan dalam menjalani dan menapaki kehidupan di bumi ini.


Kedua, Tentang Hati yang Ingin Dicintai, mereka yang memilih untuk menaruh harapan terhadap manusia, mereka yang mencoba untuk menaruh hatinya kepada manusia, mereka yang jauh lebih memilih untuk taat kepada-Nya agar bisa dicintai oleh-Nya. Masya allah, hati yang Allah ciptakan, yang sudah tertanam didalam diri manusia, adalah sebuah hal yang Allah ciptakan begitu luar biasa, hati yang jika sang pemilik menggunakannya dengan kemaksiatan, ia tidaklah bersih lagi tetapi waktu demi waktu yang dilewati memberikan titik hitam yang lama – kelamaan titik itu merambat luas dalam diri manusia, berbeda dengan hati yang ia pakai dengan hal kebaikan dan ketaatan maka hati itu akan bersih tanpa noda sedikitpun. Rasa tidak nyaman, rasa kesepian, sunyi, semua berasal dari hati, kunci agar hati kita tenang dan tidak hampa, hal apalagi yang bisa mengatasi hal tersebut selain kembali kepada sang pemilik hati. Oke kita sebutkan salah satu ceritanya, kesal, marah dan dibilang baperan balik lagi ini semua adalah permasalahan hati, sering  kali kita mudah baperan, manusiawi sebetulnya karena mau bagaimanapun kita sendiri yang harus pintar – pintar dalam mengelola hati. Lalu apa sih tipsnya?? Mari kita lihat kalopun ada manusia yang berhak untuk baper, pundung, kesal dan marah yaitu Rasulullah, yang mana semasa hidupnya selama 23 tahun ia berdakwah, bukan hanya caci maki yang ia terima dari penduduk Arab, tetapi ia dilempari oleh batu, oleh kotoran, hampir dibunuh, dan diinjak kepalanya saat sujud, tapi apa? Rasulullah lebih memilih untuk berdakwah dan terus menyebarkan kebaikan, masya allah begitu hatinya Allah kuatkan dan luaskan. Ternyata tips Rasulullah bisa memikul beban yang sebegitu beratnya adalah : perintah shalat pada sepertiga malam terakhir, kamu boleh senangis – nangisnya, selemah – lemahnya dihadapan Allah Swt dikala itu, hingga kamu dapat merasakan hati yang selalu tenang dan damai, karena pada hakikatnya kita hanyalah manusia yang lemah yang hanya mampu kuat jika bergantung kepada Allah Swt.


Ketiga, Tentang Perempuan, yaitu bagaimana begitu istimewanya perempuan dihadapan Allah dengan menitipkan keindahan yang ada pada setiap diri perempuan, begitu sudah banyak ayat – ayat Al-Qur’an yang menjelaskan dan menjunjung tinggi harga diri perempuan, salah satunya yaitu aurat, dimana batas dari aurat seorang perempuan adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan. Sungguh luar biasa yah, ternyata mengapa diberikan aturan sedemikian rupa, karena Allah sayang kepada makhluknya, ia ingin menjaga kita (perempuan) dari pandangan maupun fitnah dari lingkungan luar. Insya allah kamu, aku dan kita semua yang sedang berusaha untuk menjadi perempuan yang menjalankan perintah-Nya tidak perlu takut tidak terlihat cantik, kamu sudah terlihat cantik di mata Allah.


Keempat, Manusia Langit¸ begitu istimewanya orang – orang yang menjadi pilihan Allah dalam menjalankan amanah yang diberikan untuk menegakkan dan mentauhidkan kita sebagai umat manusia supaya berada dalam jalan yang di ridhai oleh Allah. Sikap mereka para manusia langit adalah sebagai teladan bagi kita semua, yaitu banyaknya perjuangan yang sudah mereka lewati hingga masa – masa sulit sekalipun. Entah, energi apa yang mereka punya, hingga bahunya yang begitu kuat menopang dan dijatuhkan sekalipun, mereka selalu punya cara untuk bangkit kembali. Rahasianya adalah mereka selalu mengadu dan berkeluh kesah kepada Allah di sepertiga malamnya, dimana saat itu mereka hadir dan mengakui serendah – rendahnya kepada Allah, bahwa tidak ada tempat mengadu yang terbaik selain mengadu kepada Allah, dan tidak penolong yang terbaik selain Allah yang memberikan pertolongan itu. Dalam hal ini, mungkin bisa jadi ketika di siang hari mereka begitu gagah, mereka begitu terlihat kuat, tapi ingat semua dibangun atas dasar pertolongan Allah, mereka yang setiap malam selalu mengadu, merendah dan mengaku hanyalah manusia lemah yang tidak lain selalu membutuhkan pertolongan Allah SWT.

 

.....

Okeyyy,, untuk reviewnya nanti di lanjut di part II yaitu untuk review bab ke – 5 dan ke – 6, jadi tetep stay terus . Terimakasih

 

Kolom Cerita : Teman Kecil


Assalamualaikum, jadi di postingan ini adalah postingan yang bisa jadi ada karena terinspirasi oleh film yang baru - baru ini aku lihat, film yang sengaja aku tonton entah kenapa tiba - tiba tertarik buat nonton filmnya sekaligus karena kegabutanku juga hehe.. yaudah yuk langsung aja

 


Hari ini aku mengingat akan suatu hal, dihari yang fitri ini, ada banyak kejadian yang terasa tumpang tindih dalam satu waktu secara bersamaan. Semoga atas kejadian yang menimpa siapapun saat ini, kondisi apapun kalian saat ini, semoga masih ada sisi baik yang bisa kita ingat, yang bisa kita syukuri bahkan tidak sedikit, tapi banyak.

Baru - baru ini melihat dan menonton film dan ada satu kata yang sempat terlintas yaitu, "Nostalgia itu mampu menjadi penenang hati dikala kita merasakan stress." 
Bukan ingin membenarkan atau justru menyalahkan, sepintas entah kenapa kata Nostalgia ini seperti sebuah pembuka celah peristiwa dikala kecil dulu. Dikala kecil yang selalu ingin bermain dan bersenang - senang dengan teman - teman, dikala kecil yang selalu bersemangat datang untuk tarawih hanya sekedar ingin bisa berkumpul dan main petasan didekat masjid, dikala kecil yang selalu lupa waktu ketika bermain, dikala kecil yang ingin dan perut lapar, makanan sudah ada dan tersaji dengan lezat, dikala kecil yang merasa tidur adalah sesuatu yang terasa nikmat, dan masih banyak dikala kecil lainnya.

Masa - masa dulu adalah masa yang terkadang sepintas terlintas dan sempat dirindukan tiba - tiba, rindu akan suasana dulu, rindu akan teman - teman masa kecil dulu, yang mungkin semua sudah banyak berubah. Dan kini, diri ini sejatinya tetaplah anak kecil yang dulu, yang selalu terbuka dan tidak berniat mengasingkan diri.

Beruntung adalah ketika teman kecil kalian dulu adalah teman yang tetap sama, bahkan hingga saat ini, teman yang mulai tumbuh dewasa tapi sikap dan jati dirinya tidak pudar dan luntur sama sekali, teman yang akan siap menerima pundakmu dikala kamu lelah, teman yang akan siap menggenggammu ketika kamu jatuh dan teman yang akan siap menegurmu dikala kamu salah.

Semoga temanku dan temanmu selalu diberikan perlindungan yah, semoga pertemanan yang dulu ini akan tetap membekas dan menyengaja untuk bertemu menyisihkan sedikit waktu untuk sekedar bertatap muka, duduk dan membicarakan hal - hal kecil dan impian saat ini maupun kedepannya.

Seharusnya jarak ini tidak menjadi penghalang, seharusnya jarak ini adalah hanya sebuah ukuran, bukan sebuah tembok besar yang bisa begitu menghalangi bahkan menutupi keadaan dimasa sekarang. Semoga bisa sama - sama sadar dan merasakan, karena dipertemukan itu pasti memiliki sebuah alasan, yang entah sebetulnya dari alasan itu akan muncul sebuah jawaban yang sampai saat ini masih dalam masa pencarian.

Setidaknya setelah bercerita seperti ini, ada sedikit rasa tenang yang bisa dirasakan dan ada sedikit memori baik yang diingat dan terkenang untuk saat ini dan bahkan sampai nanti.

Kolom Cerita : Di jam - jam rawan


Disaat kita kebingungan dengan arah dan tujuan kita, disaat kita sudah membangun rencana akan suatu hal, disaat semuanya telah direncanakan dengan matang, disaat ujian demi ujian terasa berat dijalani, disaat perasaan hari demi hari terasa semakin dikuras habis oleh pemikiran – pemikiran negatif yang muncul seketika. Ingin cerita?? Sangat ingin, tetapi ada beberapa orang yang tidak dapat menceritakan sebuah kejadian dengan mudah kepada siapa saja kecuali terhadap orang yang ia percaya mungkin.


Disaat sebagian orang lebih memilih untuk tidak menceritakan apapun dari kejadian – kejadian yang dialaminya, yang selama ini mungkin terpendam oleh dirinya sendiri, karena ada beberapa perasaan takut yang bermunculan, takut bahwa dari ceritaku ini orang tidak mengerti dengan apa yang beberapa orang rasakan, takut bahwa kita hanya akan menambah beban kepada orang lain. Mungkin dari sebagian ketakutan tadi, tidak sebetulnya benar, tidak sebetulnya salah. Ini hanya dari anggapan beberapa orang saja.


Seperti omong kosong ya, entah si ini cuman hasil renungan di jam set 10 yang menulis disertai seringai dan haru tapi sedikit.


Di jam set 10 yang biasanya dilakukan oleh banyak orang adalah tertidur, dengan harapan keesokan harinya jauh akan lebih terisi daya energinya.


Di jam set 10 yang beberapa orang lakukan menonton film/drama favorit ditengah rasa lelah yang melanda.


Di jam set 10 yang mungkin beberapa orang kini sedang saling melempar kabar, berbicara dan bercerita banyak hal akan kejadian yang sudah dialami seharian ini.


Atau kita sebut saja di jam – jam rawan.


Saat itu ada beberapa orang yang mencoba menatap dunianya dengan tatapan hangat, riang, seperti tanpa beban. Tapi gurat wajahnya jelas terlihat bahwa ia kuat dan ia tidak baik – baik saja, ia hanya sedang mencoba memberikan aura atau energi yang positif terhadap lingkungan sekitarnya. Ia hanya ingin dilihat bahwa ia dapat mendengarkan cerita orang dengan baik seperti biasanya.


Ia yang mencoba menahan segala yang ia rasakan, mencoba menahan dikala dalam keadaan kesal, tapi akan ada satu masa dimana semua tidak dapat tertahan lagi seperti biasanya, mungkin bisa jadi itu adalah titik terlelahnya, namun balik lagi bahwa ia tidak bisa menampakkan itu semua.


Sekuat apapun ia menghadapi suatu hal, ia tetaplah ia, seorang manusia yang hidup membutuhkan bantuan dan genggaman orang lain. Mungkin dengan begini akan sedikit membuatnya lebih ringan.


Hanya memegang kepercayaan terhadap hal baik yang pasti datang di akhir, semua yang dirasakan saat ini akan segera lenyap dalam waktu yang dekat dengan hanya selalu berbaik sangka dan juga tetap menikmati segala proses yang sedang dialami. Awalnya memang sulit, namun semua itu akan terbayarkan terhadap hal baik yang pasti datang dihidup kita. Karena gak akan ada kejadian yang terjadi tanpa suatu alasan.


Dengan demikian, apa yang direncanakan di awal itu hanya sebuah rencana yang tersusun atau yang diperoleh dari hasil logika atau mungkin perkiraan diri kita terhadap hal yang bisa terjadi didepan nanti, ya hanya sebuah rencana, tidak ada yang salah dengan rencana, berusaha tetap harus, berdoa tetap harus, namun kembali lagi bahwa ada yang paling tau rencana yang terbaik untuk diri kita, bisa jadi sesuai, bisa jadi tidak.


Dan untuk rasa kekhawatiran yang selama ini sering kali datang, ucapkanlah selamat datang, namun jangan sampai terlalu lama mendekam, cukup berikan senyuman dan mulai berkata dari sekarang bahwa semua akan baik – baik saja, jangan khawatir ya :)

 

Review Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa - Apa (Alvi Syahrin)

  Apa yang membuat kamu hari ini khawatir? Akankah harus memikirkannya dari sekarang? Dapatkah kita pikirkan dengan logika sendiri? Segala yang meresahkan, termasuk tujuan masa depan, hanya dapat kita angankan dan harapkan, selebihnya adalah pasrahkan.


JIKA KITA TAK PERNAH JADI APA - APA

Oleh Alvi Syahrin
Penerbit Gagas Media
ISBN : 978-979-780-948-5
Tebal 236 hlm; 13 x 19 cm
Cetakan pertama, 2019

 

Blurb

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa – Apa akan menemanimu selama perjalanan. Buku ini untukmu yang khawatir tentang masa depan Tenang saja. Kau tidak sedang diburu waktu. Bacalah tiap lembarnya dengan penuh kesadaran bahwa hidup adalah tentang sebaik – baiknya berusaha, jatuh lalu bangun lagi, dan tidak berhenti percaya bahwa segala perjuanganmu tidak akan sia – sia. Bukankah sebaiknya apa – apa yang fana tidak selayaknya membuatmu kecewa?


Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa – Apa kau melihat teman teman dan mereka sudah mendapatkan impian, sementara kau masih termangu menggenggam harapan. Pelan, dalam hati kau berujar, “Kapan mimpiku terwujud?”


Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa – Apa selama perjalanan mencapai tujuan, adakalanya kau melihat sekeliling... menakar jauh jangkauan. Atau, kau malah membandingkannya dengan orang lain. Lalu, lupa melanjutkan perjalanan.


Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa – Apa benarkah segala usaha dan upayamu selama ini lebur bersama kecewa yang kau bangun sendiri? Sungguhkah sesuatu yang hanya kau lihat dalam dunia maya menjadikanmu merasa bukan apa – apa?

 

Review

Buku ini merupakan buku Versi ke 2 dari karangan Alvi Syahrin, setelah buku sebelumnya yang berjudul Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta. Namun Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta  dan Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa – Apa ini memiliki peran cerita masing – masing dengan versi berbeda. Untuk itu sebelum lanjut membaca review ini, yuk coba kunjungi review Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta dulu di postinganku sebelumnya.


Berbicara masalah mau jadi apa dan siapa, hal ini bisa dibilang merupakan perkara yang mudah. Yup, sangat mudah diucapkan dulu ketika masih kecil. Berbeda dengan kenyataan sekarang, yang mulai memikirkan masa depan, mau jadi apa dan siapa? Setelah cukup dewasa akhirnya banyak mengerti dan belajar bahwa menjadi dewasa itu tidaklah mudah, rasanya terkadang ingin kembali ke masa kecil, banyak banget tuh quotes pake kata – kata begituan hehe..


Tapi memang untuk sebagian besar kasus, dewasa itu adalah proses pembelajaran buat keberlangsungan hidup kita kedepannya untuk menjadikan kita sebagai manusia yang bisa lebih kuat dan tegar untuk menerima adanya sedikit lonjakan dan krikil – krikil kecil yang menghantam kehidupan, dan itu semua gak mudah.


Masalah ini berkaitan banget dengan cita – cita kita sekarang mau jadi apa?? Setelah dipikirkan dengan sangat matang dengan berbagai pemikiran sudut pandang orang yang berbeda – beda dan mungkin bisa jadi ada segelintir orang yang melakukan riset terkait jenis pekerjaan yang bisa menjadi referensi bagi seseorang. Okeh akhirnya salah satu dari teman kita beranggapan bahwa menjadi dokter dan pilot bukanlah cita – cita kita lagi, bahkan mungkin bisa jadi kita tidak memiliki cita – cita terhadap jenis pekerjaan apa yang kita mau dapatkan, karena mengingat bahwa kehidupan ini terlalu realistis.


Ingin menjadi seorang pekerja kantor yang hanya tinggal duduk dan dapat menerima gaji setiap bulannya, terlihat keren dan memiliki penghasilan yang tetap atau ingin menjadi PNS yang mana kehidupannya sangat terjamin oleh pemerintah bahkan sampai dimasa pensiunnya atau memilih untuk menjadi pengusaha, karena kita yang nantinya menjadi bos sendiri tanpa harus menerima tekanan atau mungkin bentakan dari atasan. Kembali lagi bahwa segala sesuatunya memiliki sudut pandang dibalik layar masing – masing yang kita gak tau apa yang sebenernya mereka alami. Kita tidak pernah tau bahwa yang terlihat oleh kita baik – baik saja belum tentu sesuai dengan kenyataan yang ternyata berbanding terbalik dari apa yang kita pikirkan selama ini. Didunia ini tidak ada yang sempurna, untuk itu akan lebih tidak baik lagi jika kita tak pernah jadi apa – apa.


“Memang, menyalahkan keadaan selalu jadi opsi paling mudah dan menyenangkan. Memainkan kartu aku-adalah-korbannya selalu merasa benar dan seru.” (hlm 87)


Jadi pesan dalam salah satu buku ini adalah apapun yang kamu lakukan jalani, syukuri, dan nikmati. Semua punya jalannya masing – masing, tidak perlu mengkhawatirkan yang tidak perlu dikhawatirkan, semua sudah memiliki porsinya masing – masing.


“Mungkin, hari ini, kamu ditolak. Tetapi, nanti, akan ada satu hari spesial. Yang membuatmu bergumam, “oh ini toh hikmahnya.” Lalu, semuanya menjadi terang dan indah. Sabar, butuh waktu.” (hlm 10)


Buku ini memang menceritakan keresahan kita terhadap masa depan yang belum dapat dipastikan. Setidaknya mungkin akan ada sedikit pencerahan jika kalian membaca buku ini. Karena mengingat bahasa yang digunakan juga sangat mudah dipahami dan penulis memberikan gambaran yang related dan terus mengeksplor segala bentuk keresahan – keresahan yang pada umumnya pernah dialami oleh hampir semua orang. Akan ada bagian – bagian dimana kita merasa bahwa saat membaca buku ini kita merasa bahwa kalimat – kalimat tersebut  pantas dan tepat atas penggambaran cerita yang terjadi.


Pokoknya kalo dari pendapat author sendiri, seneng banget bisa membaca ke – 2 bukunya Alvi Syahrin ini, selalu membuat author kembali bersemangat, dikala merasa bingung, bimbang dan khawatir. Author merekomendasikan buku ini, buat kalian yang suka dan seneng sama kalimat – kalimat motivasi, butuh pencerahan dan kurang percaya diri, mungkin buku ini bisa sedikit membantu.


selamat membaca buat kalian :) :)

Terimakasih sudah membaca reviewnya sampai diakhir, semoga suka. komentar dan saran kalian sangat author tunggu :)