[book review] How To Live - Arnold Bennett

 Sering bertanya-tanya dalam hidup, bahwa waktu yang dipakai sehari-hari itu udah cukup memenuhi goals kita atau belum sih? jangan sampai penggunaan waktu yang kita punya, malah jadi boomerang untuk diri kita sendiri. Dalam bukunya Arnold Bennet, menjelaskan bagaimana cara hidup 24 jam sehari. soo pantau terus reviewnya siapa tau bermanfaat.

                                           Judul Buku Bagaimana Cara Hidup 24 Jam Sehari selama
Penulis Arnold Bennet
Editor Nunung Wiyati
Penerjemah Dewi Wulansari
Penerbit Gemilang
ISBN : 978-623-7162-77-3

Blurb

Anda hidup 24 ham sehari atau 168 jam per minggu, dan bekerja hanya sekitar 8 jam  per hari atau 40 jam per minggu. hanya sekitar satu per empat saja waktu yang Anda miliki digunakan untuk bekerja, tetapi sepertinya waktu anda habis hanya untuk bekerja. Hal ini karena aktivitas anda sehari-hari hanya terdiri dari bangun, bersiap-siap untuk bekerja, bekerja, pulang ke rumah, bersantai, tidur lebih cepat supaya bisa bangun pagi untuk bekerja. hal ini tidak hanya merusak diri anda, karena setiap menit pikiran anda hanya terpusat pada kerja, namun juga menjadikan anda tidak produktif.

Buku klasik manajemen waktu, terbit pertama kali pada 1908, ini mengajarkan kepada anda bagaimana memanfaatkan waktu agar hidup lebih bermakna. menantang anda untuk meninggalkan urusan sehari-hari yang biasa-biasa saja dan fokus pada mengejar keinginan sejati. Dengan memanfaatkan waktu ekstra-yang dapat ditemukan awal hari, dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja, di malam hari, dan terutama selama akhir pekan - Anda bisa menetapkan langkah-langkah perbaikan seperti membaca, menikmati seni, merenungkan kehidupan, dan mempelajari disiplin diri. 

Melalui kata-kata yang padat dan kaya motivasi, Arnold Bennett memberikan kepada para pekerja dan orang-orang yang bekerja setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 sebuah nasihat praktis tentang bagaimana menjalani hidup dengan potensi penuh daripada hanya sekedar eksis.

Review

Hidup yang dijalani kadang terlalu singkat, waktu yang sering kali dihabiskan dalam bekerja, setelah itu harus bingung dan menghabiskan waktu dengan hal yang sia - sia. Dalam buku ini Arnold Bennet ia menjelaskan bagaimana cara hidup dalam 24 jam sehari. Namun penjelasan dari buku ini bukan tentang sebuah tutorial tentang bagaimana kita hidup mengelola waktu dengan sebaik mungkin disatu hari itu. insight yang didapat lebih kepada pembentukan habit, mindset, serta pengendalian diri dan pikiran. 

Penyebutan yang tepat mengenai insight yang didapat yaitu cenderung kepada manajemen waktu. yup, betul, sebelum membahas mengenai bagaimana pengelolaan waktu di setiap harinya ataupun manajemen waktu yang harus bagaimana dalam menjalaninya, dalam buku ini lebih memilih untuk membahas akarnya terlebih dahulu.

Memang sejujurnya, saya agak kesulitan dalam membedah buku ini, mungkin karena ini merupakan buku terjemahan yang tentu penulisnya juga bukan berasal dari warga lokal, tapi berasal dari luar negeri yaitu Arnold Bennet, seorang penulis dari Staffordshire, Hanley. Karya yang dihasilkannya pun sudah banyak dirilis dan di publish dimana-mana. Tapi saya akan tetap memberikan review dari sudut pandang saya kepada teman-teman.

Ada beberapa yang bisa dibagikan dari nilai-nilai positif yang didapat didalam buku ini, salah satunya adalah menyadari waktu yang dimiliki secara teratur, amat terbatas. Oleh karena itu, penting sekali dalam menggunakan waktu secara lebih efektif dan melihat dari sudat mana tingkat urgensi yang paling tinggi dan mengaktualisasikan daripada persoalan yang berada dalam tingkat urgensi.

seperti halnya dalam kutipan (Arnold Bennet, 2022 : 6) 

"Penggunaan waktu yang tepat, penggunaan waktu yang sangat efektif adalah soal tingkat urgensi yang paling tinggi dan soal aktualitas yang paling menggetarkan."

Setiap persoalan-persoalan yang datang memang berasal dari kita yang mengawalinya secara amatir, dalam part buku ini menjelaskan mengenai para amatir dalam seni kehidupan. Jika direnungi dengan seksama, kita semua ini memanglah seorang amatiran, yang selalu belajar dan berusaha untuk menjalani deras maupun arusnya kehidupan, selalu bertemu dengan satu percobaan ke percobaan yang lainnya, karena dalam hidup ini adalah tentang belajar. Salah satu pembelajarannya adalah penggunaan waktu selama 24 jam.

Jadi, dalam buku ini memang tidak secara gamblang menjelaskan mengenai pola-pola penjelasan secara tepat sasaran. Namun buku ini memiliki cara tersendiri untuk memaknai setiap part yang disampaikan. Sudah banyak juga yang mereview buku ini baik secara personal maupun melalui kabar berita. Gaya bahasanya memang cukup berat untuk ukuran personal yang lebih suka membaca buku-buku ringan, namun tetap mendapatkan sesuatu yang berarti dalam buku ini. 

Semoga kalian tertarik juga untuk membacanya. Terimakasih sudah membaca sampai diakhir, sampai ketemu di review-review selanjutnya. Untuk request buku apa yang selanjutnya mau di review, bisa dicantumkan dikolom komentar. Bye-Bye Terimakasih


Related Posts:

4 komentar:

  1. Saya suka modelan buku kaya gini. Self improvment, bener tu kita secara ga sadar melakakukan kegiatan sehari-hari dengan tidak efektif. Oke noted, saya otw beli hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mas, setuju saya suka juga sama buku self improvement. makasih sudah mampir

      Hapus