Minggu, 05 Januari 2020

Review Novel Hilang Arah - SDAVINCII


Kala jarak adalah sesuatu yang paling berarti dalam hidup, relasi cinta yang paling utama yang tidak dapat dipisahkan dengan jarak,    seolah ia adalah penentu arah bagi kehidupan kita, namun semua adalah jalannya masing-masing termasuk kita, ingin mempersepsikannya seperti apa, jangan sampai membuat luka semoga membuat hati kita menjadi lebih terbuka, selamat membaca ! enjoy..


HILANG ARAH
Oleh Sdavincii
Penerbit Gradien Mediatama
Desain Sampul Katalika Project, Inoer H
ISBN : 978-602-208-181-4
Cetakan, Desember 2019
246 hlm. ; 13x19 cm

Blurb

Kalaupun jarak bukan menjadi penghalang untuk mengabadikan semuanya, maka jarak bisa menjadi titik hancur untuk meruntuhkannya semaunya.


Waktu tinggal detik
Langkah tinggal jejak
Di sela hujan rintik
yang terdengar hanya isak


Tentang kita yang berjanji tak akan menemukan kata hilang. Tentang arah yang kita jadikan bahan untuk menyerah. Sampai kalimat ini ditulis, kau bisa membaca bahwa mata ini masih berkaca-kaca.

Review

-        - sebuah novel SDAVINCII

tagline : Menghampiri yang hampir, menyudahi yang sudah

Hilang Arah – merupakan buku yang two in one sih kalo menurut aku, banyak kalimat puitis yang ada didalam buku tersebut, yang banyak menceritakan bagaimana kehidupan sosial orang dewasa, mengambil setting kehidupan seorang mahasiswa dengan kisah cintanya. Seperti halnya menjalani masalah percintaan seorang anak mahasiswa yang levelnya jauh berbeda dengan anak sma , cinta monyet atau apalah itu, mereka adalah sepasang kekasih yang sama-sama merasa dirinya nyaman dengan pasangannya dan akan selalu begitu, terutama takkan mendua.

“ketika kita memiliki status, tidak semua waktuku, ini untukmu atau sebaliknya, bukan? Kita juga memiliki urusan masing-masing. Tugas kita hanya menjadi sesuatu yang paling hangat, saat salah satu dari kita membutuhkan tempat untuk pulang.” ( hlm 32, hilang arah)

Kehidupan seorang mahasiswa bukanlah melulu soal masalah percintaan apalagi cintanya anak-anak, segala hal yang melibatkan kehidupan seorang mahasiswa pada umumnya, tugas dan segala macam yang berkaitan dengan kehidupan perkuliahan, hal ini membuat beberapa orang merasa bosan dengan segala yang terlibat didalamnya.

Suatu hari dimana tokoh utama, mengharuskan ia untuk berpisah sementara dengan kekasihnya, perkuliahan ilmu komunikasi mengantarkan ia untuk mendapatkan tugas yang tidak biasa, mengharuskan ia untuk keluar dari zona nyamannya selama ini, yang membuat berat bukanlah tugasnya namun tentu jarak, akan ada pembatasan komunikasi dimana jangkauan tempat yang tidak memungkinkan, bukan kemauannya atau kesengajaan, mau apalagi semua tugas ini berkaitan dengan tugas akhir, mau tidak mau harus mau.

Dalam keberangkatannya ia tidak sendiri, ia bersama dengan seorang partner yang baru saja dia kunjungi dengan sengaja, seorang fotografer introvert, ia harus menjadi partner yang bekerja sama dengan baik nantinya, tentunya akan banyak perjalanan yang ditempuh, akan ada banyak tantangan dan segala hal yang  perlu untuk dibahas.

Setelah jarak mengambil jalan tengah untuk kita,
Maka segala yang pernah lama bersama pelan-
pelan menjurus kepada drama
Dekat saja konflik
Maka jauh selalu pelik.
Dekat saja rumit.
Maka jauh selalu pahit

Balik badan dan melangkah ke beda arah
Melahirkan hal-hal baru yang sanggup membuat
Cemburu membiru, seperti sebuah pertanyaan.
Kalau tidak ada aku di sana, kamu bahagianya
dengan siapa?

Tugasnya terbilang sulit, disana tokoh utama diharuskan untuk mengobservasi segala sumber daya yang ada di daerah pedalaman dan itu tidak sebentar, cukup lama mereka diharuskan untuk tinggal sementara dalam lingkup daerah tersebut, sampai mereka sadar mereka sudah lama tinggal, menyisakan detik demi detik kerinduan.

Dari halaman awal sampai terakhir, penulis tidak menyebutkan siapa nama tokoh dibalik buku “Hilang Arah” ini, penulis hanya menyebutkan beberapa nama dan itu pun sebagai peran tambahan yang dibuat dalam cerita ini. Novel ini merupakan kategori novel remaja-romance, namun yang saya lihat, novel ini memiliki karakteristik berbeda dari novel romance yang biasa saya baca. Jika sering kali novel romance memperkenal tokoh dengan sangat sempurna, mulai dari nama sampai penggambaran yang menurutku cool banget sih, berbeda terbalik ya, novel “Hilang Arah” ini yang aku tangkap, penulis membuat penokohan terhadap tokoh amat sangat sederhana, keistimewaannya bukan dari poster fisik yang sempurna, namun kata-kata yang tersampaikan kepada pembaca dibuat dengan sangat sempurna, sangat memperhatikan kata-kata dan itu simple tapi indah.

Bukan hanya penokohan saja yang sederhana namun jalan cerita yang dibuat juga sangat sederhana, sejujurnya author menaruh ekspektasi yang cukup besar dengan novel ini, namun jalan cerita yang disuguhkan sampai dengan akhir, author rasa itu adalah jalan cerita tersimpel, namun maknanya kena gitu.. gak berbelit-belit dan gak ribet alur ceritanya.
Banyaknya pembelajaran yang bisa kita dapet dari novel ini, mungkin bisa dibilang novel ini lebih ke petualangan, budaya dan sosial sih kalo menurut author, dibanding ke hal-hal romance seperti halnya cerita sepasang kekasih.

Takjub sih dengan banyaknya kultur budaya yang dibawa dan dikemas dengan baik dalam novel ini, bukan hanya masalah cinta yang sederhana tapi ada alam yang disuguhkan oleh penulis yang membawa kita dapat merasakan adanya kultur budaya dan alam yang kental dalam daerah pedalaman, banyak kesadaran yang didapat, banyaknya pemikiran-pemikiran yang harus dipertimbangakan, author rasa buku ini keren banget sih, penulis sepertinya memiliki riset tersendiri untuk menciptakan novel yang indah ini. Secara gaya bahasa dan penulisan sangat puitis, dan ini sensasi membaca novel remaja yang disuguhkan dengan kekayaan alam dan sajak puisi yang indah.

Penasaran kan, kaya gimana isi novel dan kelanjutan ceritanya, wajib baca.. athor ngerekomendasiin banget pokoknya buat kalian, kalo cinta indonesia mesti baca buku ini..

“kecerdasan bukan soal angka atau kata-kata di buku tulis. Namun, kecerdasan adalah bagaimana mengajarkan orang lain untuk menghitung, membaca, dan menulis.” (hlm 176,hilang arah)

“lebih baik jasadku yang hilang, dari pada harga diri bangsa ini yang melayang.” (hlm 181, hilang arah)



Terimakasih sudah membaca review sampai berada dititik akhir ini. Saran, kritik dari kalian sangat aku harapkan. Jangan lupa subscribe dan comment ya J


5 komentar:

  1. Halo. blogwalking kesini menemukan hal yang baru. Kayaknya novelnya sederhana tapi memikat pembaca ya. saya jadi penasaran, melihat ulasan yang mba tulis. terlihat seperti novel romance tapi sepertinya tidak fokus ke arah situ ya. Jangan jangan ini adalah pengalaman nyata dari penulis novel nya :'D

    Terima kasih reviewnya mba, tetap semangat menulis!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ka :) sudah mau membaca sampai di akhir :)

      Hapus
  2. Jadi penasaran setelah baca reviewnya.. Hehe
    Kalau novel yang "senyawa" gimna kak reviewnya? Sudah bacakah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah belum, ditunggu edisi yang senyawa ya :)

      Hapus
  3. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus