Dalam Kebimbangan #2


Kupasrahkan pada pemilik hati dan raga ini
Tak ingin terlalu dalam dan jauh
Hingga membuat diri tak tau arah
Dan tak mau pasrah

        Setiap kali mendekat
        Kadang tak tau harus berbuat apa
        Lebih menyukai didalam keadaan yang tak sulit
        Ingin rasanya seperti itu saja

Ingin kembali seperti dulu
Sulit mungkin
Tapi mau bagaimana lagi
Ku bilang, semua ini membimbangkan

        Hanya keinginan dan pengandaian
        Setiap kali merasa terjalin
        Kadang diri merasa teruji
        Harus apa dan bersikap bagaimana..

                           -kamus melankolis-

Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca kalimat yang amat tak jelas ini, semoga kalian sedikit terhibur. Kritik dan saran dari teman-teman ditunggu yah ^_^

Melawan Langkah Yang Lelah #HastagMelankolis


SEPEDA- ku guncang dunia dengan jendela dan kulihat dirimu sedang bersepeda, menungganginya, mengayuhnya dan berkeliling disekeliling kota, ramai tapi tak kau hiraukan.




“ Ingin rasanya berkeliling, mengelilingi ruang yang himpit tanpa udara, biar tahu bagaimana bernafas bersama dengan gravitasi yang tak berfungsi, tidak bermaksud apa-apa hanya saja butuh untuk sejenak melepas lelah menginjak ruang, tempat yang biasa menjadi persinggahan .”

Dalam keramaian, hanya sepeda
Sepeda yang membuatku merasa
Lebih tertarik kepadanya
Bunga yang layu tergeletak begitu saja
Didepan sepeda,

Semuanya sudah begitu layu
Tapi itu tiada menghentikan minatku
Tetap saja kuingin lihat lebih dekat

Semua seakan mengingatkanku
Berkeliling kecil dengan sepeda
Hanya melintasi jalanan kecil

Tak begitu ramai
Mungkin semuanya nampak biasa
Tapi tetap saja,
Kurindu pada masanya

Tuntunan arah, keseimbangan
Dibuatnya dengan tulus
Langkahnya yang mulai lelah
Tapi tak mengalah
Pada kaki yang tak mau jengah

-kamus melankolis-

Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca kalimat yang amat tak jelas ini, semoga kalian sedikit terhibur. Kritik dan saran dari teman-teman ditunggu yah ^_^

Dalam Kebimbangan #1


Tidak ada yang lebih membingungkan selain tentang dirimu, sampai-sampai hati ini dibuat yakin kadang pun ragu.


   Mungkin semuanya nampak biasa
   Tapi sulit, diri ini selalu bersikeras
   Bingung dan bimbang
   Hanya diam yang kulakukan

       Saat tak ada diri ini merasa kehilangan
       Saat ada, diri ini senang
       Semua hanya bisa berlalu
       Kadang berakhir penyesalan

   Apadaya diri ini
   Hanya seorang perempuan
   Yang penuh kebimbangan
   Ingin pergi atau jangan

                     -kamus melankolis-

Review The Man Who Play Piano


LOHAAAA!! Rasanya sudah lama tak kembali, akhir-akhir ini author sibuk dan tidak mengusahakan untuk menulis.. berhubung buku yang author ingin review ini baru sampai di tangan author, jadi mohon maaf yaaa,, atas kesibukan-kesibukan yang akhirnya menelantarkan blog ini. Kali ini, author akan mereview sebuah buku bergenre cinta, namun ia tidak tahu wujud yang ia cintai seperti apa? Ia hanya cinta karena sebuah alunan suara yang indah yang menuntun perasaannya sedemikian rupa.. inilah..


THE MAN WHO PLAY PIANO
Penulis Rufin Dhi
Editor Prisca Primasari
Desainer Sampul Ade Ismiati Hakimah
Penerbit Roro Raya Sejahtera
Cetakan Pertama, Mei 2018
ISBN 978-602-51290-1-8
236 hlm, 14x20 cm

Blurb

Bagaimana menjelaskan perasaan yang tak ada logikanya ini? Jatuh cinta pada orang yang belum pernah ia temui.. Anka sembarangan menamainya Tuan Pianis, orang yang bertanggung jawab atas permainan piano yang indah yang mengalun dari gedung disebelah perpustakaan.
Laki-laki itu begitu misterius sekaligus memancing rasa penasaran. Pesan-pesan yang dia tinggalkan untuk Tuan Pianis dibalas dengan tak kalah antusiasnya.
Anka tak ingin laki-laki itu terus jadi anonim. Sudah saatnya berhenti menerka-nerka siapa jati diri Tuan Pianis yang sebenarnya.
Anka pun memberanikan diri untuk merisikokan hati demi memuaskan rasa penasarannya. Dia ingin lebih dekat pada orang yang bertanggung jawab atas binar-binar di mata dan debar-debar di dadanya ini.
Sayangnya, Anka tak tahu kalau setelah pertemuan penuh kesan itu, Tuan Pianis yang dia kagumi itu kelak akan membuatnya merasa terpuruk.
Risiko jatuh cinta, kalau kata orang-orang. Salah sendiri mencurahkan segenap perasaan tanpa pikir panjang hingga yang kini tersisa sekarang hanya hati yang kosong… dan retak.

Review

Cinta benar-benar tidak memandang rupanya dan bagaimana wujudnya, mungkin cinta bisa tumbuh bukan karena pandangan pertama saja, namun kali ini cinta datang dari indahnya sebuah suara yang ditimbulkan oleh sebuah tuts piano. Seperti halnya Anka yang menyukai Tuan Pianis, yang selama ini selalu hadir dalam setiap kekosongan hatinya. Namun Anka tidak tahu bagaimana rupa seorang Tuan Pianis, yang ia tahu Tuan Pianis adalah orang yang telah membuat senyum adiknya- Erika berkembang kembali setelah beberapa waktu senyum itu belum terlihat juga.

Dan yang Anka tahu bahwa Tuan Pianis adalah orang yang selalu memainkan pianonya dibelakang gedung music lama dan Anka selalu setia mendengarkan dari sudut perpustakaan yang tidak banyak dikunjungi orang.

Mereka sudah berjanji untuk merahasiakan identitasnya masing-masing dan tidak akan mencari tahu keberadaan masing-masing. Komunikasi dan perkenalan mereka berawal dari surat pertama yang Anka tulis untuk meminta izin pada Tuan Pianis bahwa ia merekam permainannya untuk dibawakan pada adiknya. Ternyata surat itu tidak berhenti begitu saja, surat itu terus berlanjut hingga ada perasaan senang dalam benak Anka dan menaruh hati pada Tuan Pianis.

“Tuan Pianis, kita nggak pernah saling bertemu. Kita bahkan nggak tahu identitas masing-masing. Semuanya masih tanda Tanya. Tapi… apakah aku boleh.. memiliki perasaan yang lain untukmu?” (hlm 105)

Sampai merekam sebuah permainan Tuan Pianis menjadi kebiasaan pada diri Anka. Berlanjut pada kehidupan Anka yang tidak berjalan dengan mudah, ia adalah seorang anak yatim piatu, didunia ini yang ia milliki hanyalah Erika, maka ia akan melakukan apapun untuk kesembuhan dan membangkitkan keceriaan Erika kembali.

Bukan hanya Erika dan Tuan Pianis yang hadir dalam kehidupan Anka..

Ada Wilona sahabat baik Erika, ia cantik dan sangat dikagumi oleh kaum pria. Tidak ada yang tidak mau padanya, mungkin Dirga salah satunya. Entah tapi Anka heran mengapa Wilona bisa begitu mengagumi Dirga, dari kasat mata Anka bahwa Dirga bukanlah orang baik, ia lebih terlihat seperti orang yang sering mengikuti tawuran, Anka tahu karena Dirga adalah teman satu kelas fakultasnya. Entah hanya sebuah rumor atau fakta. Dibalik itu semua Anka tidak menyangka bisa berteman dengan Wilona, orang yang bisa dibilang most wanted di fakultas nya itu.

“Aku cukup tahu bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta selalu ingin seluruh opininya disetujui oleh dunia – terlebih jika opini itu menyangkut orang yang dia sukai” (hlm 23)

Jalan cerita yang dihadirkan cukup sederhana, tidak banyak konflik yang dihadirkan. Karena si Anka ini selalu mengulangi aktivitas nya secara rutin, dengan menjalani kehidupan seperti biasanya.
Sudut pandang yang dipakai adalah orang pertama pelaku utama, dengan menggunakan kata “aku” . Anka merupakan orang yang memiliki karakter dewasa, maklum karena ia dibesarkan oleh bibinya, orang tuanya sudah tidak ada. Itulah kenapa menjadikan ia tumbuh mandiri, harus berjuang untuk kuliah, Erika dan hidupnya. Untungnya Bibi Anka lah yang membuat author kagum, ko bisa punya bibi dan paman yang baik macam tuh.. yang mau merawat Anka dan Erika *ah namanya juga novel wkwk

Cerita ini cukup membuat kita bertanya-tanya siapa Tuan Pianis yang sebenarnya itu, dari awal penulis mengeksekusi cerita dan penokohan yang baik, hingga membuat author bisa mudah sekali mempercayai alur yang dibuat penulis untuk menghanyutkan perasaan pembaca.

Namun setelah dibaca terus-menerus, kita akan dihadirkan dengan sebuah titik dimana ada celah ataupun ruang untuk kita menerka siapa Tuan Pianis itu. Sebuah cerita berlapis sebuah karya, mengenalkan kita pada nocturne, oktaf dan segala hal yang berkaitan dengan Piano.

Kalo author sih, suka dengan sebuah cerita yang berlapis dengan karya, terutama music.. bahwa hidup ini bagaimana pun juga tidak pernah terpisahkan dengan music. Apapun genre nya itu adalah sebuah karya, dan sebagai apresiator pasti memiliki cara nya masing-masing untuk menghargai sebuah seni music. Termasuk Anka, ia lebih suka untuk merekamnya, bukan hanya ia senang dan menjadi koleksi pribadinya, namun ada diri orang yang ingin ia buat bahagia. Dan itulah caranya.
Dalam cerita The Man Who Plays Piano, kita banyak dihadapkan dengan berbagai hal. Perjuangan, kasih sayang, rumor, pengkhianatan dan kehidupan social lainnya.

Ada banyak alasan yang membuat kita bertanya-tanya mengenai cerita ini, hingga kamu bisa membacanya sampai dimana kamu merasa kesal dan berhasil tertipu, berhasil terluka oleh sesuatu yang belum kita genggam sama sekali.

Bisakah kamu merasa jatuh cinta, ketika kamu tak pernah melihatnya..

Terimakasih sudah membaca review sampai berada dititik akhir ini. Saran, kritik dari kalian sangat aku harapkan. Jangan lupa subscribe dan comment ya J



Review : Can't Let Go - Tidak akan pernah melepaskanmu


Hai Sobat Pena! Apa yang kalian kerjakan hari ini, tidak menutup kemungkinan menjadi sesuatu yang berharga dimasa depan. Termasuk orang yang kamu sayangi, lakukan yang terbaik kepada mereka sesuai dengan cara yang kalian bisa karena mereka begitu berharga untuk masa depan. Tidak perlu berlebihan cukup membuatnya tidak pernah pergi dari diri kalian, kecuali oleh sebuah takdir.


CAN’T LET GO [REVIEW]

Penulis Esi Lahur
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Sampul buku oleh Orkha Creative
ISBN 978 – 602 – 03 – 1417 – 4
Tahun Terbit 2015
312 hlm; 20 cm

Blurb
Massimo Sukarno Rozzoni, pesepakbola blasteran Jawa Tengah-Italia, masuk program naturalisasi, menjadi WNI, dan menjadi pemain utama tim nasional Indonesia. Sikap baik dan wajah tampan membuatnya menjadi idola baru. Denisa Sridevi Suharyo, wartawan tabloid Lady yang hobi narsis di media sosial, terpaksa meliput Massimo karena penugasan, padahal tidak mengerti dan sama sekali tidak tertarik dengan dunia sepak bola. Kebersamaan Denisa dan Massimo terus terjalin hingga keduanya sama-sama jatuh cinta. Denisa tahu kode etik wartawan : Jangan ada hubungan percintaan dengan narasumber. Tapi, bisakah Denisa melepaskan Massimo?
Review

Kehidupan seorang wartawan salah satu tabloid Lady yaitu Denisa Sridevi Suharyo, ternyata ia sungguh mencintai pekerjaannya itu setelah 3 tahun belakangan ini, setelah sebelumnya ia sering berpindah-pindah tempat kerja, hanya pekerjaan ini lah yang ia rasa paling lama ia lakukan. Ia senang dengan pekerjaannya, menurutnya menjadi seorang wartawan adalah hal yang menyenangkan, dalam 1 minggu bahkan Denisa bisa berpindah-pindah lokasi untuk mencari sebuah berita, menjadikan dirinya turut memiliki banyak pengalaman. Termasuk mempermudah dirinya untuk tetap Narsis, sebut saja @Miss_Narsis wkwk

Namun dibalik itu semua, ia sempat merasakan bagaimana seorang wartawan harus mewawancarai seorang narasumber dari keluarga korban kecelakaan, kebakaran, pembunuhan dsb. Sungguh yang membuat siapapun mendengar dan melihatnya jika belum terbiasa, merasa syok harus menghadapi peristiwa tersebut.

Jangan lupakan juga, Denisa sudah memiliki seorang kekasih yang sudah menjalin hubungan dengan Denisa sangat lama. Sebut saja “mas-mas tukang demo” kata si Yori, rekan kerja Denisa. Ya, memang betul. Nigo, pacar Denisa tidak memiliki pekerjaan tetap. Nigo hanya seorang aktivis, yang memperjuangkan nasib kaum buruh dan pabrik dan tidak memikirkan nasib dirinya. Dibalik itu semua Denisa tidak menyalahkan, bahwa ia mencintai Nigo. Sungguh hubungan mereka adalah hubungan yang sulit, ntah hubungan mereka akan ada sebuah titik temu untuk tetap berlanjut atau tidak?
“Heran, biasanya perempuan maunya pria yang mapan, Pria bermasa depan suram bakal dicoret dari daftar. Tapi kalau sudah cinta, memang susah disadarkan.”
Hingga berujung pada sebuah penugasan dari kantor, bahwa Denisa harus mewawancarai Massimo Rozzoni Soekarno, seorang pesepak bola Italia, yang melakukan naturalisasi di Indonesia. Dan menjadi bagian di Tim Nasional Indonesia. Siapa sangka Massimo menjadi sorotan publik dan menjadi idola bagi kaum hawa karena ketampanan Massimo dan prestasi yang ia buat pada TimNas Indonesia.

Berawal dari pertemuan wawancara, bahkan eksklusif. Membuat Denisa dan Massimo menjadi dekat, dan sering bertemu hanya sekedar bertukar kabar dan cerita. Entah Denisa tidak menyangka bahwa pada akhirnya mereka bisa dekat, hanya berawal karena sebuah wawancara. Siapa yang tidak mau dengan Massimo, bahkan Dora sang model ternama juga digosipkan sedang dekat dengan Massimo. Ah, rasanya Denisa tidak perlu banyak berharap dari Massimo, toh ia hanya seorang wartawan, tidak lebih dan ia juga sudah memiliki kekasih. Jadi, untuk apa terlalu di pusingkan.
“Aku makan dengan kerupuk dan kecap saja sudah bahagia. Asal makan berdua denganmu.”
Lalu apakah kedekatan Massimo dan Denisa, hanya berujung pada sebuah pertemanan? Penasaran, hayu baca aja ceritanya, bisa dowload melalui Ipusnas, lalu cari buku CAN’T LET GO. Semudah itu? Iyapp

Dalam novel “CAN’T LET GO” ini membuat aku menjadi tahu bagaimana seorang wartawan mengerjakan tugas dan pekerjaannya, aku rasa hal itu tidak mudah. Tapi kedengarannya, membuat siapapun yang tulus bekerja menjadi seorang wartawan adalah hal yang menyenangkan. Walaupun terkadang wartawan secara gamblang, lebih sering seperti mengejar seseorang yang ia butuhkan untuk klarifikasi entah itu artis, model, atlit, pejabat atau korban pembunuhan. Saya rasa banyak anggapan bahwa wartawan sering kali ikut campur dalam urusan para narasumber, bahkan hal pribadi pun ikut dikulik juga. Tapi jika tidak begitu, apa yang akan dijual? Justru berita-berita yang fenomenal dan sensasional lah yang laku dipasaran. Dalam alasan apapun juga, menjadi seorang wartawan adalah hal yang baik, karena selama ini kebanyakan informasi yang kita dapat adalah hasil jerih payah mereka. Patut untuk diapresiasi. Terimakasih wartawan.

Dan untuk Massimo seorang pesepak bola, ternyata bukan hanya tampang saja yang dibutuhkan oleh seorang bintang lapangan, tapi prestasi yang ia tunjukkan kepada timnya lah yang paling penting. Peluang pun turut diperhatikan, bayangkan jika Massimo terus menerus bermain sepakbola dinegeri asalnya yaitu Italia, mungkin ia tidak akan pernah mendapatkan tempat yang seharusnya ia dapatkan, bisa saja memang, tapi peluangnya kecil. Maka di Indonesia lah hal yang tepat dan tempat yang ia butuhkan selama ini. Walaupun pada akhirnya ia adalah salah seorang yang paling diperhatikan karena kegemilangan karirnya di sepak bola dan juga dunia entertaiment.

Dan berbicara mengenai profesi Nigo, kekasih Denisa. Ia memang tidak memilki pekerjaan tetap, seperti manusia pada umumnya, dan siapapun tidak memiliki hak untuk menentang jalan hidupnya, bagaimana pun Nigo sudah banyak berkorban dengan menunjukkan sifat sosialnya yang tinggi, dengan membantu kaum pabrik dan buruh dengan cara berdemonstrasi. Tidak ada gaji yang ia dapat, hanya sebuah pengabdian.

Karakter dalam novel ini, bisa dibilang memiliki pengaruh bagi orang banyak terutama profesi yang mereka jalankan masing-masing. Kalian juga pasti bisa memikirkannya yaa , mulai dari Massimo sebagai pesepak bola, Nigo sebagai aktivis, dan Denisa sebagai wartawan. Walapun antara profesi masing-masing memiliki sisi pandang tersendiri, kita tidak bisa menyalahkan setiap profesi manusia yang ia pilih sebagai jalan hidupnya.

Berbicara mengenai alur, yang dipakai adalah alur maju. Berjalan secara semestinya, tidak banyak hambatan dan konflik yang menentang. Hanya ada beberapa masalah dibeberapa part, dan itupun secara cepat masalah itu terselesaikan. Bisa dibilang alur waktunya itu sedikit cepat. Novel ini juga bisa jadi salah satu cerita yang cukup memikirkan realitas kehidupan, dan untuk Quotes, sepanjang Author membacanya tidak menemukan sebuah kata-kata pengungkapan secara puitis, lebih sering secara realistis.

Sebenarnya banyak nih yang Author harapkan dari karakter si Denisa ini. Seperti pendekatan antara Denisa dan si Massimo, karena bisa dibilang pendekatan mereka ini sedikit monoton ya. Jadi Author ngerasa kurang greget aja hihi. Ataupun Denisa dengan si Nigo nih, si Nigo kan aktivis bisa aja kan tiba-tiba si Denisa ini meliput si Nigo yang sedang melakukan aksinya. Ya pokoknya ada hal-hal ekstrim lah. Tapi secara keseluruhan ya cukup menghibur, apalagi kita jadi punya pengalaman dari si Denisa ini nih, gimana sebenernya kehidupan seorang jurnalis ketika berada di lapangan dan greget juga sama kelakuan Denisa yang so so cool, padahal rasanya pengen banget malah hehe.

Ya, perjuangan dan kebahagiaan terkadang menjadi suatu hal yang beriringan. Semua bisa tercipta begitu saja, bukan hanya karena usaha keras kita namun ada campur tangan penguasa alam yang senantiasa ada untuk kita. Jadi, pesan hari ini jangan pernah putus berjuang, semua bisa saja berujung kebahagiaan asal tetap tawakal.

Saya pamit undur diri, jangan lupa J budayakan baca

Terimakasih, bagi kalian yang sudah membaca reviewnya mudah-mudahan tergerak juga untuk ikut membaca. Komentar dan saran kalian sangat author harapkan.




Review : Broken [Lilis Suryani]


BROKEN- Patah hati teramat sangat, apa yang biasanya membuat hati itu patah hingga harus menyisakan sebuah serpihan, tidak hanya diam namun mesti tahu cara apa yang dilakukan, untuk menyusun serpihan. Semua karena perasaan yang mendalam, hari ini biar ku buktikan, bagaimana kelanjutan, sebuah perjuangan yang tak beralasan ...


BROKEN
Oleh Lilis Suryani
Rancang Sampul – Sukutangan
Editor Puput Alvia
Penerbit ARIA MEDIA MANDIRI
Cetakan, tahun 2017
ISBN : 978-602-6657-50-3
396 hlm. ; 13x19 cm

BLURB

Dua hal yang paling dekat dengan manusia yakni mati dan patah hati. Awalnya, semua baik-baik saja, berjalan normal seperti seharusnya. Hingga satu kecurigaan menuntun Belva Aura Naila Shafa pada satu fakta menyakitkan. Tentang bagaimana ia ditinggalkan dengan sederet kebohongan.
Raka Christian tak hanya pergi meninggalkan luka, tetapi meninggalkan pula rasa takut jatuh cinta dan perlahan mengubah Aura menjadi sosok lain. Hingga sosok Gibran yang nakal, jahil, manja, dan tukang cari perhatian dihadirkan Tuhan sebagai pengobat lukanya. Lantas apakah Aura bersedia menyerahkan hatinya, ketika dengan manis Gibran memintanya? Maukah takdir berbaik hati untuk keduakalinya?

REVIEW

Hari berjalan dengan semestinya, tapi apa yang baru Belva Aura Naila Shafa yang kerap dipanggil Aura, merasa ada sesuatu yang menganggunya. Pasalnya Raka, pacarnya itu sudah 1 tahun belakangan ini hanya mengirimi kabar melalui sebuah kiriman bunga mawar putih dan sepucuk surat yang bersamaan. Menimbulkan sebuah rasa penasaran, Aura selalu menerima balasan penolakan jika dirinya meminta untuk bertemu dengan pacarnya itu. Kerumahnya saja ia tak boleh.

Aura tidak bisa tinggal diam, ia harus mengambil tindakan. Hingga suatu hal yang sangat mengejutkan, membuat Aura sangat kecewa pada Raka. Selama 1 tahun belakangan ini, ia sudah dibohongi oleh Raka, yang seharusnya Aura tahu dari dulu. Aura tahu Raka sangat menyayanginya dan tak ingin membuat Aura meneteskan satu air matapun, tapi fakta yang baru saja ia tahu sekarang adalah lebih menyakitkan dan menyiksa batinnya.

“Kebohongan dalam bentuk dan dengan alasan apapun enggak bisa dibenarkan,Ma. Aku benci pembohong!” (hlm 25)

Semenjak itu Aura harus menjalani hari dengan perasaan yang berat, ia enggan melakukan sesuatu, ia hanya ingin menenangkan dirinya. Tidak terkecuali pada sahabatnya, Dania. Bersyukur Aura memiliki sahabat yang bisa mengerti dirinya, intinya saling memahami.

Disisi lain, Aura dengan tidak sengaja dipertemukan dengan Gibran Febrian Emeraldi Utama, seorang cucu pewaris tunggal yayasan sekolah mereka tinggal. Kejadian yang membuat Aura merasa dirinya tidak perlu berurusan lagi dengan Gibran. Tapi siapa yang tahu kejadian mereka bertemu, justru membuat Gibran semakin penasaran dengan sikap Aura padanya.

Gibran, kerap kali dicap sebagai anak nakal, pecicilan dan jail disekolahnya, itu semua ia lakukan karena ia mencuri perhatian seseorang. Aura yang kerap kali menghindar dari sifat Gibran yang selalu mendekatinya lebih tepatnya mengusik kehidupan Aura. Aura tidak mau patah hati untuk kedua kalinya, apalagi harus menerima Gibran, rasa nya tidak mungkin.

“Terkadang kita akan merindukan hal-hal yang justru sebelumnya dianggap mengganggu. Disaat itu selain rindu, sebenarnya kita telah jauh kehilangan.” (hlm 122)

Tapi siapa yang tahu? Bisa saja sifat Gibran itu, bisa berubah seketika, lalu Aura menyukainya. Atau ada suatu kejadian yang menimpa Gibran hingga Gibran tidak tahu apakah ia masih bisa melihat Aura atau tidak.

Tapi Author itu kagum dengan sosok Gibran, dari sisi luar memang Gibran adalah anak yang paling sering dihukum disekolahnya, bukan sekali atau dua kali tapi berkali-kali, padahal ia adalah cucu pemilik yayasan sekolah. Tapi siapa yang sangka walaupun demikian, Gibran adalah sosok penyayang dan lembut sebenarnya, ia akan turut serta menunjukkan sifat yang demikian pada orang yang ia sayangi dan berarti dalam hidupnya.

Aura maupun Gibran , mereka adalah dua insan yang beruntung memiliki sahabat yang sangat mengerti. Dania adalah sahabat Aura dan Gibran memiliki sahabat bernama Fauzi. Sifat masing masing nya itu 11 12, apalagi Gibran dan Fauzi. Dalam novel Broken ini, kita diperkenalkan dengan yang namanya kesetiaan persahabatan, tidak memandang sahabat kita buruk, baik atau lebih senang diajak bicara atau tidak. Mereka memiliki kesolidan masing-masing, pokoknya Author salut dengan persahabatan mereka, saling mengingatkan, saling mengerti dan tidak saling berpaling.

Sebenarnya antara ke- 4 tokoh itu ada keterkaitan atau tidak? Jawabannya ada, antara Aura, Dania, Gibran dan Fauzi memiliki keterkaitan dalam novel ini.

Kisah novel Broken ini adalah kisah kehidupan sosial yang sering ditemui dalam sebuah kehidupan. Kisah ini, sedikitnya memberikan sebuah gambaran kesedihan seorang tokoh, kurangnya perhatian dan patah hati semua disatukan menjadi sebuah bagian cerita. Intinya bahwa dalam kehidupan ini, patah hati adalah suatu hal yang tidak dapat kita hindari, bukan hanya karena cinta namun banyak hal bisa jadi karena pengecewaan atau lain sebagainya. Dalam novel ini, Author kira akan banyak pengisahan dalam hidup Aura, namun ternyata tidak.

Bahasa yang digunakan dan gaya kepenulisannya cukup mengalir dan membuat para pembaca mengerti, istilah inggrisnya juga masih dalam bentuk basic, namun kadang dalam novel ini terdapat beberapa istilah kesehatan yang nantinya kita jumpai.

Konflik yang dihadirkan, tidak lah rumit dan tidak terlalu menegangkan. Kisahnya cukup santai dan cocok untuk dibaca diwaktu luang. Hanya dibagian akhir kita sedikit menemukan suasana yang menegangkan. bahasa dan adegan cukup universal, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

Cover dari novel Broken ini pula cakep dan simpel dengan kedua tangan yang berbeda dengan aksen seperti tatto dikedua tangannya. Keseluruhan dari novel ini lumayan membuat kita banyak belajar mengenal rasa sakit, dan perjuangan hidup yang ditempuh. Kita tidak bisa men-judge jika orang yang terlihat konyol, bahagia layaknya tanpa memiliki beban adalah orang yang paling bahagia dihidup ini, semua memiliki masalah masing-masing, jadi tidak ada yang tahu.

“Air mata tidak selalu mencerminkan kelemahan seseorang, terkadang air mata hanya beralih tugas sebagai pembicara ketika bibir tak sanggup meluapkan rasa sakitnya.” (hlm 216)

Semua karena sebuah kata “patah” membuatmu lemah dan tak ingin bertingkah, ayo robah polah jangan hanya mengalah tapi harus punya falsafah.

Saya pamit undur diri, jangan lupa J budayakan baca

Terimakasih, bagi kalian yang sudah membaca reviewnya mudah-mudahan tergerak juga untuk ikut membaca. Komentar dan saran kalian sangat author harapkan.




Review Buku : After Being Hurt -


Kadang cinta itu bisa sangat sederhana dengan saling mencintai tanpa saling melukai, namun cinta juga terkadang bisa membuat kita rumit, ketika jalan yang ditempuh bukanlah lurus dan mulus namun ada tikungan dan belokan yang mesti dijalankan. Seperti Novel dibawah ini nih! Kalian mesti baca reviewnya..



AFTER BEING HURT
(Because I Love You)
Oleh Aqilah Tisalsabila Penerbit My Vibes
Desain Sampul B. Pribadi
ISBN 10: 6021-097-64-5
ISBN 13: 978-6021-097-64-9
Cetakan, Desember 2017
From Nurainun Salsabila


Ananda Asya Syifa, seorang cewek yang belum mau bicara tentang cinta, tiba-tiba saja terlibat dalam roman percintaan yang rumit.
Ketika Asya mulai bisa menerima cinta Vino, pada saat yang bersamaan, Arsyad selalu hadir mendekatinya. Bagaimana bisa Asya melupakan cintanya pada Arsyad, kalau Arsyad selalu mendekatinya dengan kata-kata manisnya? Lalu, bagaimana dengan Vino? Bukankah Asya sudah bisa menerima cinta Vino? Apakah Asya tetap mempertahankan cinta pertamanya yang sering kali membuatnya terluka ataukah ia akan membuka lembaran cintanya yang baru dengan Vino, yang jelas-jelas sangat mencintai Asya?





Kisah seorang remaja SMA yang masih terombang ambing oleh perasaan yang labil. Ananda Asya Syifa seorang murid baru di SMA Wijaya, anak yang baik-baik dan suka Matematika. 3 hari sudah ia lalui masa perkenalan sekolah, ia kira hidupnya akan berjalan baik setelah itu, ternyata ia dikejutkan oleh seseorang yang secara paksa menarik tangannya dan mengakuinya sebagai pacarnya. Ia adalah Arsyad, seorang murid kelas XI, dikenal famous dan memiliki banyak fans disekolah.

Asya tidak mengenal sama sekali siapa Arsyad, tapi semenjak kejadian itu, takdir yang memaksa mereka harus saling mengenal. Tak terpungkiri Arsyad yang mengakui Asya sebagai pacarnya semata-mata hanya ingin agar Hazell, mantan pacarnya itu menjauhinya.

Dan Asya bertekad, ini pertemuan terakhir antara dirinya dengan Arsyad. Tapi apa boleh buat? Semakin Asya menghindari Arsyad, namun Arsyad terus mendekatinya dan bersikap manis pada Asya.

Asya memiliki 3 orang teman, yang ia anggap sebagai sahabat barunya itu, sempat beruntung memiliki sahabat seperti mereka, namun semenjak Arsyad ada, masalah baru muncul, kabarnya bahwa Bella selaku sahabat Asya menyukai Arsyad..

Atas dasar apapun diam-diam Asya mulai menyukai sikap Arsyad kepadanya, dan jujur ini adalah cinta pertamanya, tapi apa boleh buat sikap Asya yang sangat baik sampai mengalah demi sahabatnya.

Hal itu tidak bertahan lama, Bella sadar bahwa cinta tidak untuk pemaksaan, bahwa orang yang kita cintai tidak mesti harus mencintai kita kembali, rasa itu hadir didalam hati tanpa ada paksaan sama sekali.

“Jika patah hati karena ucapan perpisahan saja membuatmu lemah,lalu bagaimana dengan cinta yang tak terbalas?”
Arsyad membuat perasaan Asya terombang-ambing, antara terenyuh oleh perkataannya dan benci pada omong kosong yang dilontarkannya, seolah semua yang dulu Arsyad lakukan pada Asya bukanlah hal yang tulus, ia mencoba mempermainkan Asya.

Saat Asya merasa terluka atas perlakuan Arsyad, seolah Tuhan mendatangkan malaikat penolong dan pelindung bagi Asya, entah kenapa bisa Vino teman semasa kecilnya, ia memutuskan pindah sekolah ditempat Asya berada.

Vino adalah orang yang mencintai Asya tulus, dari semenjak SMP. Namun Asya tidak pernah membuka hatinya untuk Vino. Asya memang sayang pada Vino, itupun karena mereka sudah sahabatan sejak kecil, dan itu membuat Asya tak mau kehilangannya.

“Ketika cinta hadir bersamaan dengan luka, kau harus cari penawar lukanya, entah bersabar atau mencari cinta yang lainnya.”
“Kuterima sakit ini, karena aku tahu, suatu saat ada seseorang yang mengobati hatiku penuh sabar lalu setelahnya akan ia jaga dengan baik. Tentu, lebih baik darimu.”
Lalu bagaimana dengan akhirnya? Penasaran? Ayo baca bukunya J

Dari awal cerita ini mudah tertebak, dengan latar anak SMA yang jatuh cinta, tidak tahu maknanya, hanya mengikuti kata hatinya, terkadang labil tapi itu nyatanya. Membahas mengenai karakter dalam novel ini, yang memiliki karakter kuat itu sepertinya tidak ada, hanya saja Vino sedikit mendekati, ia punya sebuah rasa yang begitu konsisten pada Asya, dan bertutur dengan lembut. Untuk selebihnya jujur Author dibingungkan oleh karakter Arsyad yang super labil, termasuk sahabat – sahabat Asya yang tidak konsisten sampai akhir atau kekuatan persahabatannya itu menurut author kurang, lebih tepatnya mungkin mereka hanya sebatas seorang teman, karena jujur ketika ada beberapa adegan yang membuat Asya sangat membutuhkan mereka, tapi mereka justru bersikap sebaliknya.

Kadang author juga greget sama si Asya ini, kadang pengen ngomong, “sya jangan baik banget napa, dia tuh udah sakitin kamu, tapi kamu masih terus buka hatinya buat si Arsyad itu.” Ia dan memang nyatanya Asya itu tidak ada habisnya menutup dan membuka hatinya untuk Arsyad, ya mau gimana lagi, kalo sudah cinta mungkin susah hehe

Alur dalam novel ini menurut aku rumit ya, mungkin karena sifat beberapa tokohnya yang labil dan akhirnya mempengaruhi isi konfliknya, rumitnya sih dalam roman penceritaannya aja. Sampai ada sebuah adegan di halaman 55 : tadinya si Arsyad ini bawa mobil, tapi saat hendak mengantar Bella, ia jadi naik motor. Entah memang seperti itu atau memang author yang salah memaham ceritanya. Entah pokoknya kalian baca sendiri ceritanya bener atau nggak.

Dan kata penulisnya itu bahwa novel ini katanya memang real life dia 70% dan 30% dikembangin. Overall sih, buat kalian para remaja cukup menghibur, dikala lagi gabut atau bete karena ceritanya juga renyah, bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti. Jadi, selamat membaca ceritanya.
Asya pamit undur dulu, see you in the books J

Thank you so muchh, bagi kalian yang sudah membaca reviewnya mudah-mudahan tergerak juga untuk ikut membaca. Komentar dan saran kalian sangat author harapkan.