Pages - Menu
▼
Menu - Pages
▼
Dua Pilihan : "Aku atau Harga Dirinya"
Diri yang banyak tenggelam
Tenggelam dalam laut kesempitan
Terimakasih sudah mau mengasihi
Tanpa mau diri ini menyadari
Hidupnya tak punya siapa-siapa
Hanya memiliki kami
Itu sudah lebih dari cukup
Tak mengapa kata dirinya
Semua akan baik-baik saja
Berjalan sebagaimana semestinya
Jikalau sempat diberi pilihan
Ia akan memilih aku atau harga dirinya
Bahkan 1000 ucapan terimakasih
Tak mampu membayar ketulusan hatinya
Tidak ada yang bisa menyangka
Bagaimana sikap dalam diri sesungguhnya
-kamusmelankolis-
Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca kalimat yang amat tak jelas ini, semoga kalian sedikit terhibur. Kritik dan saran dari teman-teman ditunggu yah ^_^
Dalam Kebimbangan #2
Kupasrahkan pada pemilik hati dan raga ini
Tak ingin terlalu dalam dan jauh
Hingga membuat diri tak tau arah
Dan tak mau pasrah
Setiap kali mendekat
Kadang tak tau harus berbuat apa
Lebih menyukai didalam keadaan yang tak sulit
Ingin rasanya seperti itu saja
Ingin kembali seperti dulu
Sulit mungkin
Tapi mau bagaimana lagi
Ku bilang, semua ini membimbangkan
Hanya keinginan dan pengandaian
Setiap kali merasa terjalin
Kadang diri merasa teruji
Harus apa dan bersikap bagaimana..
-kamus melankolis-
Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca kalimat yang amat tak jelas ini, semoga kalian sedikit terhibur. Kritik dan saran dari teman-teman ditunggu yah ^_^
Melawan Langkah Yang Lelah #HastagMelankolis
SEPEDA-
ku guncang dunia dengan jendela dan kulihat dirimu sedang bersepeda,
menungganginya, mengayuhnya dan berkeliling disekeliling kota, ramai tapi tak
kau hiraukan.
“ Ingin rasanya berkeliling, mengelilingi ruang yang himpit tanpa udara, biar tahu bagaimana bernafas bersama dengan gravitasi yang tak berfungsi, tidak bermaksud apa-apa hanya saja butuh untuk sejenak melepas lelah menginjak ruang, tempat yang biasa menjadi persinggahan .”
Dalam
keramaian, hanya sepeda
Sepeda yang
membuatku merasa
Lebih tertarik
kepadanya
Bunga yang
layu tergeletak begitu saja
Didepan
sepeda,
Semuanya
sudah begitu layu
Tapi itu
tiada menghentikan minatku
Tetap saja
kuingin lihat lebih dekat
Semua seakan
mengingatkanku
Berkeliling
kecil dengan sepeda
Hanya
melintasi jalanan kecil
Tak begitu
ramai
Mungkin
semuanya nampak biasa
Tapi tetap
saja,
Kurindu pada
masanya
Tuntunan
arah, keseimbangan
Dibuatnya
dengan tulus
Langkahnya yang
mulai lelah
Tapi tak
mengalah
Pada kaki
yang tak mau jengah
-kamus melankolis-
Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca kalimat
yang amat tak jelas ini, semoga kalian sedikit terhibur. Kritik dan saran dari
teman-teman ditunggu yah ^_^
Dalam Kebimbangan #1
Tidak ada yang lebih membingungkan selain tentang dirimu, sampai-sampai hati ini dibuat yakin kadang pun ragu.
Mungkin semuanya nampak biasa
Tapi sulit, diri ini selalu bersikeras
Bingung dan bimbang
Hanya diam yang kulakukan
Saat tak ada diri ini merasa kehilangan
Saat ada, diri ini senang
Semua hanya bisa berlalu
Kadang berakhir penyesalan
Apadaya diri ini
Hanya seorang perempuan
Yang penuh kebimbangan
Ingin pergi atau jangan



