Minggu, 23 Agustus 2020

Review Novel Aqesha Aqilah - Satu Ruang

Agustus 23, 2020 1 Comments

Berbagi itu indah, namun jika harus berbagi ruang untuk mengisi kekosongan hati, rasanya begitu menyesakkan, tidak ada yang rela bagaimanapun juga. Jika ada, itu pun tidak akan pernah bertahan lama.


SATU RUANG

Oleh Aqesha Aqilah
Penerbit Elex Media Komputindo
ISBN : 6020433552, 9786020433554
Tebal 460 hlm

 

Blurb
Kinan mungkin sedikit berbeda dengan tipe perempuan kesukaan Satrya. Gadis itu terlalu lembut, terlihat rapuh, dan sedikit tertutup. Mata kenarinya yang senantiasa menghipnotis sering kali dirundung awan kelabu.

Sementara Sabrina mengingatkan Satrya pada sebuah sosok dari masa lalu. Gadis itu penuh semangat, humoris, dan baik hati. Matanya begitu hidup setiap kali ia menceritakan hal yang ia sukai.

Dengan Kinan, Satrya seperti bercermin. Dengan Sabrina, rasanya hari-harinya menjadi lebih cerah.

Ini adalah bagian pertama dari kisah klasik diantara 4 orang yang saling mencari, ada 3 pintu hati yang terketuk, 2 orang yang kehilangan dan terjebak dengan bayangan masa lalu, serta 1 pertanyaan tentang berbagi ruang.

“kalau memang benar perasaan ini namanya sayang, kenapa menyayangimu rasanya begitu menyesakkan.”

Review

Satu Ruang – Membuka ruang baru, berharap penuh pada satu ruang tanpa membagi, akankah mudah atau justru sebaliknya.

 

Satu Ruang merupakan sebuah buku sequel dari “Secangkir Kopi dan Pencakar Langit” milik Aqesha Aqilah. Masih ingat dengan Mas Satrya?

Kisahnya belum usai, masih berlanjut dan masih mencari orang yang dapat mengetuk hatinya dan mencoba untuk membuka ruang yang baru.

 

“Lucu ya, kadang orang punya tujuan hidup kemana tapi nggak tahu apa yang sebenarnya dicari.” (hlm 239)

 

Mas Satrya, orang yang bisa dibilang setia, sangat menghargai wanita yang sudah ikut masuk dalam dunianya, sangat menghargai artinya perjumpaan dan tidak ingin merasa kehilangan, namun siapa yang sangka, yang dijaga dan yang dihargai bukanlah hal yang cukup untuk itu, ingin menggenggam erat pun sudah tidak bisa, hanya do’a kini yang mampu keluar dalam setiap untaian katanya.

 

Gaakan pernah ada kata indah saat kita ditinggalkan oleh seseorang yang kita anggap sangat berharga bagi kita, namun hanya kata ikhlas yang akan tetap tertinggal, selain itu tetap harus berdamai dengan siri sendiri, karena disini permasalahannya bukan dari kata terlambat, namun takdir yang begitu cepat.

 

Takdir yang berkata lain, disaat kita merasa hal itu baik bagi kita dan bagi dirinya, ternyata itu bukan hal yang cukup, ada beberapa hal yang harus dipastikan dalam suatu ikatan hubungan.

 

Waktu yang begitu singkat sampai pada pertemuan yang  tidak sengaja, Satrya bertemu dengan seorang perempuan dengan mata kenarinya yang indah, dan sikap yang sangat lembut seperti princess baginya.

 

Pertemuan tidak sengaja tersebut membuat Satrya dihadapkan dengan rasa penasaran, sorot mata yang selalu terlihat sendu, sendiri, dingin, entah kenapa selalu membuat Satrya merasa tertarik terus menerus kepada dirinya.

 

“Bisakah dua orang yang terluka saling mengobati? Bukankah justru perlahan saling menorehkan luka yang lain lagi?” (hlm 114)

 

Pada saat itu juga Satrya selalu ingin membuat Kinan tetap tersenyum, ingin memperlihatkan betapa banyak yang bisa disyukuri dan tetap kuat dengan semua kejadian dimasa lalu, walaupun sebetulnya ia sendiri tidak setegar itu, setidaknya ia bisa membawa kegembiraan terhadap seseorang yang berada didekatnya.

 

Yang kedua setelah pertemuannya dengan Kirana, tidak sengaja Satrya harus dipertemukan dengan Sabrina, berawal dari akun instagram milik Satrya yang penuh dengan ketertarikannya terhadap dunia fotografi, membuat Sabrina akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan Satrya.

 

Sabrina memiliki karakter yang ceria, mudah bergaul dan senang bercerita, hal ini membuat Satrya lebih mudah akrab dengan Sabrina, beberapa kali mereka juga dipertemukan di tempat yang tidak disengaja. Melihat Sabrina seolah ia melihat sosok sahabatnya dulu, dengan Sabrina ia bisa bercerita apa saja, begitu pun sebaliknya Sabrina bisa bercerita tentang apa saja terhadap Satrya.

 

“Permasalahan hidup kadang memang bikin orang  jadi dewasa.” (hlm 258)

“Nggak semua cinta harus dimiliki. Yang lo kira matahari, tahunya cuma pelangi.” (hlm 260)

 

Nah, jadi di cerita “Satu Ruang” ini, yang kita tahu Satrya itu bukan seperti tokoh-tokoh novel pada umumnya ya, dia itu bukan cowok romantis, bukan juga cowok humoris, dan cowok cool atau bad boy apalah itu, Satrya adalah satu dari sekian banyak lelaki pada umumnya, kelebihannya adalah setia, penyayang dan orang yang selalu ada untuk orang – orang terdekatnya. Intinya karakter Satrya ini dibangun secara sosial dan gak muluk – muluk.

 

Sudut pandang yang dipakai adalah orang ketiga serba tahu, alur yang diberikan bersifat maju – mundur. Cerita yang disajikan cukup bercabang dan kompleks, tidak hanya berpusat pada tokoh utama, tapi secara keseluruhan diberikan ruang masing – masing untuk mengungkapkan kejadian masa sekarang, masa depan dan masa lampau.

 

Gaya bahasa yang digunakan cenderung memiliki banyak istilah, namun masih bisa kita pahami karena penulis memberikan pengertian istilah di setiap halaman paling bawah, hal tersebut justru sangat membantu terutama untuk orang awam yang kurang memahami istilah terkait dunia bidang pekerjaan yang diceritakan dalam buku tersebut.

 

Secara cover saya sangat suka, karena simpel dan tidak terdapat banyak unsur gambar yang kurang penting didalamnya. Jadi, buat kalian yang sudah pernah membaca “Secangkir  Kopi dan Pencakar Langit” wajib buat baca buku ini, supaya kalian bisa pantengin terus kisahnya mas Satrya ya..

 

Jadi secara keseluruhqn pesan yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah semua orang memiliki ruangnya masing – masing dan ketika kita mencoba masuk dalam ruang orang lain, kita harus siap untuk menerima segala penolakan mungkin atau menerima kejadian dimasa lalunya, apapun itu kita harus siap dengan segala konsekuensinya.

 

Pada intinya kita adalah satu ruang yang siap menerima atau singgah ke ruang yang lain.

Terimakasih sudah membaca reviewnya sampai diakhir, semoga suka. komentar dan saran kalian sangat author tunggu :)

 

 

 

 

 

Senin, 17 Agustus 2020

Merenung Senja : Menelisik #1

Agustus 17, 2020 1 Comments

Halo.. Assalamualaikum semua.. 

Jadi aku mau cerita sedikit, kenapa "Menelisik" ini aku buat dan kenapa disebut "Menelisik" , sebetulnya ini adalah sebuah analogi ya, yaitu aku pilih gambar Matahari yang muncul tapi belum sepenuhnya muncul, jadi aku kaitkan terhadap perjumpaan dengan seseorang yang dia datang memiliki maksud tertentu atau mungkin hanya sekedar ingin kenal, entah ya kita gak pernah tahu hati seseorang dan ga bisa menebak apa yang ada didalmnya. Sebetulnya ini hanya diksi aja ya temen - temen, semoga terinspirasi dan suka dengan diksi yang aku buat. Enjoy!


Semburatnya berwarna jingga
Ia hadir dengan malu..
Seolah sedang menelisik

Mengutarakan arti rindu
Rindu yang tak mampu terucap
Menjadi saksi kala kami bertemu

Selalu teringat..
Sinar yang lembut
Menghadirkan sebuah senyum

Entah itu senyum apa?
Senyum penuh arti atau bukan
Kuharap ia,,

Dengan begitu,
Aku tahu
Kamu bukan sekedar menelisik..


Sabtu, 30 Mei 2020

Kolom Curhat #Part 1 : Hidup itu Adil?

Mei 30, 2020 1 Comments



Setelah menjalani perjalanan hidup yang cukup panjang, disini aku ngerasa lebih banyak berfikir sekarang. Banyak juga hal yang aku alami selama masa-masa sulit sampai dengan sekarang..

Banyak orang yang aku kenal, banyak juga senyalir cerita dari orang-orang, hidup ini gak pernah terlepas dengan kesedihan dan kebahagiaan, semua fluktuatif, yang pengen aku share ke kalian adalah tentang perjalanan yang gak pernah usai, sampai kamu ngerasain apa yang namanya jatuh dan saat kamu jatuh pun, kamu gaakan pernah tau kamu bisa bangkit atau engga, dan perjalanan kamu itu gak akan pernah usai sampai kapanpun..

Sekarang yang perlu kita sadari adalah mengaca terhadap permasalahan kita sendiri dan masalah orang lain.. problemnya sama cuman orangnya yang beda.. disini selama kamu hidup, kamu akan belajar tentang keadilan, bahwa adil itu gak harus sama..

Sekarang coba kalian lebih renungin lagi tentang masalah kalian, pernah berjuang? Sampai kamu gak inget waktu, kamu gak inget kondisi fisik kamu kaya gimana, kamu gak peduli sama apapun yang kamu peduliin adalah gimana kamu bisa ngasih yang terbaik sampai kamu bisa dapetin apa yang kamu perjuangin, atau emang kamu gak bisa ngejalaninnya secara setengah-setengah. 

Kadang ada beberapa orang yang berjuang karena ia peduli, ia merasa punya tanggung jawab, belajar dari banyak kesalahan sampai pada titik dimana semua kondisi kembali stabil.. dan saat semua itu tercapai, bukan hal yang gak mungkin, ada masa dimana langkah kaki kamu untuk terus berpijak ditempat yang sama harus berakhir, memang kamu meninggalkan jejak, tapi jejak itu hanyalah peninggalan bukan lagi untuk diteruskan.

Adil? Mungkin engga bagi mereka yang merasakan hal ini.. 

Buat kalian yang ngerasain hal yang sama bisa komen dibawah sebanyak-banyaknya atau silahkan ceritakan curahan hati kalian via email :) makasih





Senin, 25 Mei 2020

Review Novel Dua Sumbu - @vswr

Mei 25, 2020 1 Comments
Halo semuanya.. sebelumnya aku mau mengucapkan minal aidzin walfaidzin buat kita semua yang merayakan :) yaa seperti yang kita tahu ya, lebaran ini kita semua cuman dirumah aja, silaturahmi dari rumah dan tentunya buat orang - orang yang lagi diluar kota dengan kesadaran yang kita punya kita tunda mudik lebaran di tahun ini.

Gapapa.. mudah-mudahan semua ini cepat berlalu dan waktu yang kita punya tergantikan oleh hal-hal yang baik.. Aamiin

Untuk itu aku kembali lagi nih, buat ngisi hari-hari kalian dengan ulasan buku yang aku punya, langsung aja ya yuk di cek.. :)

Dua Sumbu


Karya Vinita Swr
ISBN : 978-623-216-777-3
Penyunting : Aprilia Wirahma
Ilustrasi : Vinita swr
Desainer : Alif Mustofa
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
.
#DuaSumbu : "kau dan aku yang ingin terikat dengan simpul terbaik"
.
Sebuah untaian kata-kata yang dirangkai sesuai dengan alur yang ada, membaca dan menceritakan kejadian - kejadian yang dialami penulis.
.
Terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
 #titik henti, dimana pengecewaan itu ada, luka itu ada dan kehancuran itu nyata, kehidupan yang membuat penulis merasakan kehancuran secara bersamaan, karena simpul yang ia temukan bukan simpul yang terbaik.
.
#titik pencarian dimana setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan, sempat merasakan kegagalan tapi jangan sampai berlarut dengan kesedihan walaupun itu rumit sekalipun..
.
#titik penemuan pencarian ikat bahagia, mulai membuka ruang dan merelakan luka yang pernah dirasakan, rela untuk diobati oleh sumbu yang lain.
.
Bicara masalah cinta memang tidak pernah ada habisnya.. kita hidup berhak bahagia sebagaimana kebahagiaan yang kita dapatkan dan rasakan masing-masing, hanya saja kebahagiaan datang jika rasa syukur pun ikut mengiringinya..
.



"Mimpi akan terus berjalan, Dengan indah saat kita tertidur dan, Memudar dengan lembut saat kita terbangun." (hlm 88)


"Semesta itu memahami, ketika kita melakukan sesuatu, dengan sungguh -sungguh, dengan mudahnya ia mengikat, kita dengan manusia lain yang, memiliki irama sama." (hlm 121)

Saat ini siapapun orang yang kamu sayangi, tetap ingat langkahmu kedepan adalah dengan menata rapi kejadian di masa lalu, agar kamu bisa terus bersamanya dan mengingat hal baik tentangnya.

Saat ini juga kamu hanya perlu menjalani apa yang ada, karena semua akan terjawab dengan sendirinya, akan terikat dengan orang yang tetap atau akan terikat oleh sumbu yang lain..

Nah, itu dia review #DuaSumbu kisah yang amat sangat singkat dan juga sederhana, tapi tetap berkesan terhadap kita yang membacanya, mudah-mudahan kalian jadi tertarik untuk membaca bukunya ya..

Terimakasih sudah stay, sudah membaca sampai akhir, saran kalian tetap ditunggu :)


Jumat, 08 Mei 2020

Resensi Novel : Incredible Journey - Siti Umrotun

Mei 08, 2020 1 Comments
Tahu gak sih seberapa berartinya keluarga bagi kita? Dan seberapa pengaruhnya keluarga terhadap kehidupan kita?.. sangat berarti dan sangat berpengaruh, didalam keluarga ada cinta, kasih sayang dan penyemangat hidup, tanpa keluarga kita itu bukan siapa-siapa, dengan mereka kita bisa menjadi siapapun yang kita mau, karena kita merasa dekat dan memiliki mereka, jadi untuk saat ini yang bisa kumpul sama keluarganya, itu adalah hal yang harus disyukuri, banyak diluar sana yang harus LDR-an sama keluarganya apalagi di masa pandemi ini.. tetap jaga kesehatan buat kita semua..
Buat menghibur teman – teman semua juga, disini aku mau berbagi informasi terkait review buku lagi teman – teman, istilahnya biar gak gabut banget, mending baca, selain dapet info, wawasan kalian juga bisa bertambah loh.. yuk simak reviewnya..


Incredible Journey
Oleh Siti Umrotun
Penerbit Naratama
Desain Sampul Carswell Cress
ISBN : 978-623-92564-2-5
Cetakan Pertama, Januari 2020
375 hlm

Blurb
Damian dan Daniel Manuel Regata, meskipun kembar dan tumbuh di lingkungan yang sama, keduanya seperti air dan api.
Sisulung Damian begitu pendiam, dingin tak tesentuh, patuh, cerdas, dewasa dan misterius.
Lain dari sang kakak, Daniel sangat aktif, humoris, meyebalkan, terlalu santai, supel, baik hati, disukai banyak orang tapi juga biang onar.
Meskipun kembar, keduanya seperti dipisahkan oleh sekat tak kasat mata. Mereka tidak pernah akur, mereka bersaing dan terkadang... mereka saling benci
Kebencian tersebut bemula dari luka-luka sederhana di masa kecil, yag membesar seiring bertambahnya usia, kemudian mempertebal sekat di antara mereka

Review

 “hal yang sangat menyakitkan didengar adalah saat seseorang membandingkan kita dengan orang lain. Setiap orang diberi kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan bukan untuk mengangkat tinggi derajat seseorang, begitu juga dengan kelemahan, yang tidak seharusnya digunakan untuk menjatuhkan” (hlm 94)

Kisah luar biasa ini tumbuh dari suatu keluarga besar yang utuh, Juan sebagai kepala keluarga sangat merasa bahagia dengan kehadiran Agatha dan anak – anaknya, hidupnya selama ini selalu bersemangat dan terus bekerja keras untuk menghidupi ke 5 anaknya yaitu Damian, Daniel, Shella, Rizal dan Angel.

Tapi bukan hal yang tidak mungkin bisa terjadi dalam suatu keluarga, disini Damian dan Daniel adalah saudara kembar yang dilahirkan hanya selang beberapa jam saja, kembar bukan berarti sama, justru disini sifat mereka sangat jauh berbeda, dan perbedaan itulah yang membuat mereka selalu berselisih paham dan tak saling mengerti.

Juan dan Agatha tentunya tidak diam saja, mereka beberapa kali selalu menjelaskan dengan baik terhadap keduanya, namun mereka tahu hasilnya tidak pernah akan baik. Disini memang Damian yang cenderung sangat tertutup dan tidak mau membuka dirinya, sehingga setiap ada anggota keluarganya yang berusaha untuk mendekat dengannya, tidak pernah ada timbal balik dari itu semua, Damian seolah berubah karena ada beberapa kejadian masa lalu yang akhirnya membetuk sikapnya menjadi seperti itu.

Berbeda halnya dengan Daniel, ia begitu terbuka dan selalu mencoba untuk mendekati Damian, mencoba beberapa kali untuk berdamai, mengalah dan sebagainya, tapi tetap saja.. hal ini membuat beberapa orang membedakan mereka berdua, yang  jelas-jelas semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing.

Dalam cerita ini memang cenderung Damian dan Daniel menjadi sorot utama dalam cerita ini, tapi tentunya novel ini bukan hanya mengisahkan  dunia Damian dan Daniel saja, adik-adiknya yang lucu pun ikut menjadi pelipulara dikala sosok dewasa yang sangat dipusingkan dengan dunianya.

Nah terus kelanjutannya kisah mereka bagaimana ini? Pantengin terus pokoknya..

Pemecahan masalah dalam novel ini adalah dengan menghadirkan orang baru dalam kehidupan seseorang, nah kira - kira orang barunya itu siapa dan mau apa dia? Penasaran kan wkwk..

Saat membaca novel ini kita sudah dihadapkan dengan Blurb yang menjelaskan karakteristik dari Damian dan juga Daniel, jadi saat begitu tahu blurbnya kita jadi tahu arah permasalahannya kemana dan sifat tokohnya seperti apa.

Untuk pendalaman karakteristiknya masing – masing, aku kasih jempol buat Damian, karena dia adalah salah seorang yang karakternya itu konsisten, dari awal sampai akhir, sifat dia tuh emang kaya begitu. Kalo buat Daniel, author sih ngerasa kurang, soalnya karakter dia itu serba ada pokoknya, disaat dia biang onar, tapi sifat kebiangan onarnya itu gak pernah ia bawa dikehidupan keluarganya, ya mungkin Daniel ini selalu nempatin sesuai dengan porsinya kali yaaa...

Dalam pembahasan novel ini, kehidupan sekolah Damian dan Daniel memang kurang digali, karena balik lagi ke awal, pembahasan cerita ini lebih fokus pada kehidupan keluarga.

Alur yang digunakan dalam novel ini adalah maju, sudut pandang yang dipakai adalah orang ketiga serba tahu, dan jalan cerita yang dihadirkan sangatlah ringan, sebagaimana kehidupan keluarga pada umumnya. Mungkin di awal cerita sedikit monoton, kejadian yang berulang –ulang dari bangun tidur sampai bangun lagi, tapi semakin cerita ini terus digali, runtutan kejadiannya semakin asyik dan membuat penasaran atau istilahnya semakin digali kebahagiaan semakin terlihat.

Dalam novel ini juga terdapat banyak pelajaran yang bisa kita ambil, salah satunya adalah membangun komunikasi dengan keluarga itu penting, karena dengan komunikasi lah bisa mempererat hubungan antar satu sama lain.

Okeh segitu saja review dari author, semoga kalian suka dengan reviewnya dan akhirnya memutuskan untuk membeli bukunya : )


 kritik dan saran kalian ditunggu ya .

Jumat, 10 April 2020

Novel Egosentris - Karya Syahid Muhammad : Review

April 10, 2020 1 Comments
Teruntuk kisah seseorang yang merasa dirinya terasingkan, oleh sebab yang mungkin dipandang oleh beberapa orang adalah hal yang menyebalkan, selagi hidup kita tidak sendiri, selagi kita merasa masih ada pada jalan yang semestinya, tak menghiraukan mungkin wajar tapi jangan sampai berbuat pada batas yang tak wajar..

EGOSENTRIS

Oleh Syahid Muhammad
Penerbit GradienMediatama
Desain Sampul iidmhd, Techno
ISBN : 978-602-208-165-4
Cetakan Ketujuh, Juli 2019
378 hlm, 13x19 cm

Blurb

Pada bait kesekian, diksi – diksi yang berbaris, kehilangan arah setelah koma yang berkepanjangan. Mereka baru menyadari bahwa dirinya hanyalah potongan tanya utusan Penyair Agung. Yang saling mencari penjelasan, saling mengartikan maknanya sendiri. Kemudian tetap menjadi tanya, tetap mencari, dan menemukan.

Untuk yang ketakutan dan bersembunyi.
Untuk yang dibedakan dan diasingkan.

Tegak dan hiduplah

Review

Egosentris – “Aku adalah rahasia. Yang semakin nyaring dalam sepi.”

Fatih, seorang mahasiswa yang mempunyai pemikiran kritis, hidup dengan sederhana, sifat yang sederhana, seorang pejuang beasiswa. Kisah ini bermula dengan adanya sikap dan perilaku Fatih yang kritis, membuat beberapa mahasiswa  merasa tidak nyaman dengan sikap Fatih atau mungkin resah.

Fana, ia adalah salah satu teman yang selalu dan mau mendengarkan segala keluh kesah Fatih, senang menjadi pendengar bagi cerita orang – orang termasuk Fatih, wajar jika hal tersebut membuat beberapa pria merasa nyaman ada didekatnya.

Saka, sohib Fatih pula, senang dengan alam, suka mendaki gunung dan suka membuat nyaman para perempuan yang ingin dekat dengannya, katanya sih orangnya gaenakan.. jadi ya begitu deh, ujung-ujungnya dikatain PHP wkwkw.. bocah yang satu ini bisa menjadi penghibur bagi Fatih dan Fana jika sewaktu – waktu hal tertentu menimpa sahabatnya.

Kisah seputar kehidupan perkuliahan, lebih menceritakan pada mental dan sisi kepribadian lain yang ada pada diri Fatih, menceritakan alur kehidupan yang ia jalani, mulai dari penderitaan sampai dengan kebahagiaan yang kadang kala tiba dengan singkatnya. Mood Fatih yang seringkali cepat berubah membuat sahabatnya harus 2 kali ekstra mendengarkan dan mau mendorong Fatih untuk tidak terlalu memikirkan pendapat orang – orang yang menurut Fatih tidak wajar. Kasus sosial memang terkadang menjadi bahan perkataan orang – orang diluar sana dengan sangat mudah nya mereka bisa berkomentar sesuai dengan tanggapan mereka tanpa melihat diluar fakta yang ada. Fatih adalah orang yang mudah dan resah terhadap hal – hal demikian, tapi apalah daya dia selama ini tidak mampu untuk berbuat apa – apa, hanya saja ia berusaha untuk membuat pemikiran orang – orang diluar sana tidak untuk beranggapan pada hal yang mereka sendiri tidak bisa mempertanggungjawabkan atas hal apa yang mereka komentari. Selain itu masalah yang dihadapkan Fatih selain dunia perkuliahan juga membahas mengenai relationship dan permasalahannya didalam keluarga yang dibahas secara cukup lengkap dan cukup detail.

“Anak, kamu mungkin dididik untuk kuat oleh Ayahmu. Tapi jangan sala tempat, kamu harus kuat untuk melawan dirimu sendiri.” (egosentris, hlm 359)

Selain kehidupan Fatih yang dibahas, dari kehidupan Fana dan Saka pun ikut dibahas. Hubungan mereka memang sudah sedekat keluarga, sama-sama terbuka dan sama-sama saling merasakan, menjadi mahasiswa psikolog membuat mereka begitu kental dengan kehidupannya masing – masing dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Cerminan seorang sahabat yang author bisa lihat, mereka memiliki karakter yang saling melengkapi, Fana dengan sikapnya yang selalu mampu menjadi media perasa bagi sahabatnya, Fatih yang bercerita dengan tingkat perasa yang tinggi, dan kadangkala menjadi pendengar yang baik, sedangkan Saka si cowok ganteng yang selalu ingin didengar, tegar walaupun kadang hatinya rapuh, kalian bener- bener akan melihat nilai dari kelengkapan persahabatan mereka jika kalian membaca ceritanya secara langsung..

“Sungguh perempuan mana yang rela memberikan telinganya tanpa berharap lebih? Perempuan mana yang rela memberikan waktunya tanpa harus memendamsesuatu. Aku terlalu pintar untuk tidak menyadari itu.” (egosentris, hlm 63)

Gaya bercerita yang santai dan puitis membuat pembaca begitu menikmati kisah mereka secara mengalir, alur yang tidak terburu – buru, memberikan runtutan cerita – cerita yang dikaitkan dengan beberapa kehidupan masa lalu pada diri seorang Fatih, tawa dan haru turut mengundang dalam cerita ini, author seperti membayangkan kehidupan diri author sendiri . Egosentris, hal serupa yang hidup dan tumbuh dalam diri seseorang menimbulkan sebuah rahasia yang semakin nyaring didalam sepi.

Sayangnya untuk ukuran Novel yang terbilang bergenre Romance sedikit kurang tepat, karena tidak banyak adegan – adegan romance yang disajikan sehingga novel ini cukup aman ya teman – teman buat dibaca dikala santai, sepi, sunyi, sendiri apalagi musim pandemi covid yuk #dirumahaja biar aman tapi tetap produktif ya ges..

Kalian juga akan menemukan makna egosentris sendiri kalo kalian baca buku  ini, banyak hal yang bisa kalian dapet dari buku ini, perjalanan dari kisah yang panjang membuat kita paham bahwa akhir cerita tidak selalu dapat dibenarkan.. penasaran yuk baca bukunya ya terbitan GradienMediatama

Selain novel ini, masih ada karya dari terbitan GradienMediatama  yang lain : Novel Hilang Arah – Sdavincii stay tune!


Terimakasih sudah mengikuti review sampai diakhir, semoga tetap terinpirasi, terus jaga kesehatan, saling tolong menolong dan ingat jujur sama diri sendiri ya :)



Selasa, 07 April 2020

Diary Introvert - Hardy Zhu : Review Book

April 07, 2020 1 Comments
Jauh dimana perasaan itu datang seketika, memahami apa yang sedang berlangsung, mengerti bahwa masih ada orang yang bisa merasakan walau hanya sebatas mendengarkan. Diam terkadang adalah pilihan, ketika air mata yang kita lihat menetes sedekat dengan raga kita terhadap dirinya. Saat itu yang dibutuhkan bukanlah balasan perkataan tapi hanyalah pengertian..


DIARY INTROVERT  
Oleh Hardy Zhu
Penerbit Transmedia
Desain Sampul Ariefshally Hidayat
ISBN : 978-623-7100-17-1
Cetakan, 2019
158 hlm, 13x19 cm

Blurb

Diluar sana tidak sedikit orang yang sadar akan banyaknya perbedaan, tetapi tak mau menerima perbedaan. Diluar sana banyak orang yang ingin dimengerti, tetapi enggan untuk mengerti orang lain. Bagiku introvert itu istimewa, meski banyak anggapan yang berlawanan.
Menjadi introvert adalah sebuah anugerah yang aku syukuri saat ini. Jika aku tidak menjadi introvert, aku tak bisa memahami orang lain. Jika aku tidak introvert, mungkin aku tidak tahu seperti apa diriku. Seorang introvert memang punya kelemahan, tetapi punya banyak cara menyiasati kekurangan itu menjadi sebuah kekuatan.

Review

Diary Introvert – Catatan dari balik dunia yang hening.

Buku ini menceritakan seseorang  yang memiliki kepribadian sebagai introvert, dunia yang dimiliki oleh sang penulis  tidak memiliki dunia yang luas, ruang yang terbatas dan beberapa perasaan tak nyaman berada dalam situasi tertentu. Kesendirian adalah hal yang sangat ia senangi, merasa nyaman karena dengan sendiri menjadikan jenis orang tertentu mendatangkan inspirasi.
Dengan sendiri buka berarti kita tidak bisa menjadi  produktif, mungkin beberapa orang merasa sendiri itu hal yang membosankan, tidak ada hal yang bisa dilakukan, tapi itulah salah satu kelebihan seseorang yang memiliki kepribadian introvert.

Dalam buku ini mengajarkan bahwa menjadi seorang intovert bukanlah suatu penghalang atau menjadikan kita lemah dalam berbagai hal.

Dalam buku ini, penulis mencoba merangkul terhadap teman-teman yang memiliki kepribadian introvert, mengajak kita untuk bisa berbagi cerita tentang hal – hal yang sering kita temui dalam kehidupan kita. Selain itu juga membahas perasaan – perasaan tertentu yang dimiliki oleh seorang introvert, bagaimana cara ia bergaul, bagaimana ia bisa tetap merasa hidup dalam situasi yang ramai, yang terkadang membuat dirinya merasa terasing, sampai pada cara perlawanan seorang introvert dalam menghadapi perasaan – perasaan yang sering mengganggu dirinya.

Perlu diketahui juga seorang intovert adalah salah seorang yang peka, ia bisa merasakan bagaimana suasana hati seseorang yang sedang ia temui, hal ini membuat ia begitu bisa menghargai perasaan orang lain, cenderung diam tapi bisa menjadi pendengar yang baik.
Diam seorang introvert terkadang bukanlah diam karena kurang pengetahuan, hanya saja isi kepalanya yang kurang bersahabat untuk bisa mengungkapkan apa yang seharusnya diungkapkan, dan media yang paling tepat untuk seorang introvert adalah melalui sebuah tulisan.

Sasaran penulis untuk pembaca buku ini bukan hanya untuk seorang introvert, kalian yang memiliki berbagai macam kepribadian pun tetap boleh, gaada larangan buat gak boleh baca buku ini ya hehe.. karena disini buku yang menjelajah kehidupan seorang intovert yang mampu memahami sisi kehidupan dirinya maupun orang lain, sampai ia bisa menemukan sisi kehidupannya masing-masing.

Pas awal kenapa aku milih buku ini buat jadi teman baca aku dikala gabut? Dari awal aku kira diary intovert ini adalah novel fiksi tapi ternyata dugaanku salah dari covernya itu aku suka sih simpel dan gak ribet, pas dibaca ternyata cerita ini adalah cerita non fiksi, yaitu yang menggambarkan kepribadian seorang penulis sendiri. Saat membaca kalian juga gak akan bosen, karena selain tulisan dari penulis kalian juga dituntut buat ikut nulis nih gaes.. lumayan lah jadi buku ini itu kayak bener2 diary punya kalian.. bisa kalian curahin tuh isi hati kalian dalam buku itu.
 
Jangan ragu pilih buku ini buat jadi teman baca kalian ko, karena buku ini sudah lulus uji sensor :D

Terimakasih sudah mengikuti review sampai diakhir, semoga tetap terinpirasi, terus jaga kesehatan, saling tolong menolong dan ingat jujur sama diri sendiri ya :)